Follow Us @soratemplates

Saturday, 8 May 2010

Pengantar Mikrobiologi

05:48 0 Comments


Drs. Hudiono, M.Si


Peranan pemeriksaan mikrobiologi yaitu menunjang diagnosis klinik.

Hasil lab ini memiki beberapa kepentingan :

- Mendapat hasil pengobatan yang rasional

- Munculnya resistensi kuman terhadap antibiotic dapat ditekan


Kenyataan di Indonesia terjadi banyak resistensi kuman karena banyak klinisi yang melakukan terapi tanpa pemeriksaan lab. Penyebab resistensi ini karena penggunaan antibiotic yang tidak rasional (dosis, cara penggunaan, pemilihannya)


Kuman yang didapat dari rumah sakit (nosokomial) cenderung multiresisten. Kenapa? Karena di RS digunakan antibiotic secara massif sehingga jika terkena kuman, sudah sangat resisten terhadap antibiotic.

So, di sinilah butuh surveilans untuk mengetahui distribusi kuman utk mencegah nosokomial.


Tujuan pemeriksaan lab mikrobiologi

1. Epidemiologi (utk melihat pola penyebaran kuman)

2. Patient care (tujuan utama)


Diagnosis lab penyakit infeksi dapat dilakukan dengan beberapa cara

1. Diagnosis Klinik

2. Diagnosis laboratorium


Untuk diagnosis lab mikrobiologi dapat dilakukan

- Pemeriksaan smear (mikroskop)

- Kultur kuman

- Pemeriksaan serologi


Untuk pemeriksaan serologi dilakukan dengan 2 pendekatan :

1. Mendeteksi kuman penyebab

2. Mendeteksi produk imunitas


Untuk mendeteksi antigen bakteri dapat memakai antibody dengan teknik hibrida yaitu antibody monoclonal.


Kenapa dinamakan monoclonal? Karena dilakukan secara in vitro dari 1 klon. Dilakukan hibrida antara

sel dengan myeloma sehingga didapatkan sel terus menerus.


Deteksi imunitas dilakukan dengan

- deteksi sitokin / IL spesifik dengan spectrometer.

Di Indonesia masih dilakukan dengan kultur jaringan dan hasilnya baru bisa dilihat 3 hari. Tapi yang lebih canggih dilakukan dengan teknik PCR yang hasilnya bisa dilihat dalam hitungan jam.

- Dengan serum

Antibodi yang dilabel dengan radioaktif berwarna kloroform sehingga bisa dideteksi dengan sinar UV.


Pemilihan obat

- Harga murah

- Lihat farmakokinetik obat

- Punya waktu paruh obat lama dalam konsentrasi tinggi

- Dosis maksimal dalam darah

- Spektrum

- Toksisitas obat

- Pemberian antibiotic kombinasi (pilih yang sinergis untuk menentukan dosis sitotoksis)


TES WIDAL

Dilakukan untuk cek infeksi Salmonella typhi.

Pada 1 minggu pertama ditemukan fever.

Di negara maju, tes ini sudah banyak ditinggalkan. Namun di Indonesia masih digunakan karena praktis, murah, dan hasilnya cepat diketahui.

Hasil yang cepat diketahui ini menguntungkan kondisi pasien yang buruk.

Jika kondisi pasien masih baik, lebih baik menggunakan tes sensi / kultur jaringan.

Jika kondisi pasien menurun, gunakan jenis spectrum luas ( untuk membunuh semua infeksi) sehingga bisa digunakan sampai hasil sensi dan kultur selesai.

Jika hasil sudah keluar, gunakan jenis spectrum sempit agar flora normal yang ada di tubuh tidak ikut terbunuh.

Jika flora normal ini terbunuh, akan terjadi gangguan keseimbangan ekologis sehingga menyebabkan lebih mudah terkena infeksi.

Flora merupakan benda asing tapi tidak sampai membuat infeksi karena tidak kontak dengan sel imunokompeten.

Jika ada trauma, lesi, infeksi lain sehingga potensial oksidasi reduksi menurun, flora anaerob akan tumbuh pesat.

Peningkatan flora anaerob ini menimbulkan bau busuk pada infeksi.


Pada infeksi salmonella typhi, dibentuk :

- antibody aglutinin H (antiflagela)

- antibody agglutinin O (antigen tubuh kuman)

- antibody agglutinin Vi (untuk virulensi kuman)


Pada orang normal, agglutinin O dan H positif. Aglutinin O bisa sampai 1/10 sedangkan agglutinin H normal bisa 1/80 atau 1/160.

1/10. 1/80, 1/160 ini merupakan titer atau konsentrasi.

Pada orang normal tetap ditemukan positif karena setiap waktu semua orang selalu terpapar kkuman Salmonella.


Tes widal dikatakan positif jika H 1/800 dan O 1/400.

H (flagella) termasuk antigen T dependent. Artinya dalam merangsang imun membutuhkan T helper.

Kalau T independent tidak butuh T helper. Biasanya dalam kadar rendah (IgM) dan spesivitasnya rendah.

T dependent membutuhkan protein dan sel aksesori seperti makrofarg, dendritik. Sel aksesori ini mempresentasikan HLA kelas II untuk menolak transplantasi.

Pelaksanaan widal dengan pengenceran tertinggi yang masin butuh.


TES WR

Digunakan untuk penyakit syphilis.

Dilakukan dengan tes pengikatan komplemen.


Komplemen

- Protein komplek yang ada di sirkulasi normal, biasa disintesis oleh histosit.

- Dalam keadaan normal tidak aktif.

- Bersifat termolabil (suhu 50o sudah rusak)

- Dapat diaktivasi oleh komplek antigen antibody atau bahan lain shg ada aktivasi kompelemen.

- Kalau diaktivasi 1 sbg enzim, komplemen lain jadi substrat shg ada aktivasi bertingkat dan dihasilkan produk komplemen.

- Produk komplemen ini :

o Menarik sel (dihasilkan kemotaksin) sehingga terjadi akumulasi sel imun shg terjadi reaksi inflamasi untuk mengeliminasi kuman

o Menghasilkan opsinin yang melapisi antigen shg mudah difagositosis

o Menghasilkan sitokinin

o Menghasilkan MAC (membrane attack compact) yaitu C 6,7,8,9 fungsinya membentuk lubang di permukaan sel target shg terjadi lisis sel.


Kompenen tes WS

  1. Serum penderita
  2. Komplemen dari komplemen kelinci shg komplemen penderita harus dihilangkan dengan cara dipanaskan.
  3. Antigen dari kardiolipin sapi
  4. Sistem hemolisis dari eritrosit domba / kambing dan hemolisisnya. Dibuat dengan menyuntikkan eritrosit domba murni ke dalam kelinci.

Dasarnya : deteksi antibody nonspesifik (reagin) yang ada di serum penderita.

Karena ada banyak komplemen, semua harus dititrasi dulu biar tepat habis bereaksi dan ga ada yang tersisa.

Dibentuk reagen beraksi dengan cardiolipin shg sistem hemolisisnya bebas dan tidak terjadi lisis eritrosit.

Jika tidak ada syphilis berarti tidak ada reagen kardiolipin shg terjadi lisis dan menjadi berwarna jernih.


Silakan dwnload di sini

Pengantar mikrobiologi

Monday, 26 April 2010

Suatu Sore di Kota Solo

18:28 2 Comments
Sore ini tidak seperti biasanya. Langit cerah, padahal biasanya hujan deras. Hari ini pun berbeda, bertepatan dengan hari pemilihan walikota Surakarta dan pengumuman kelulusan SMA. Dan makin berbeda pula karena aku yang biasanya duduk manis di dalam rumah justru berlenggang menunggangi sepeda motorku mengelilingi kota Solo.

Sore ini ibu menyuruhku untuk mengantar beliau ke Solo. Keperluannya untuk menjahit baju dan membeli sesuatu di toko (hm..., tak perlu kuceritakan di sini). Begitu sampai di toko, aku memilih untuk menunggu di tempat parkir saja dan membiarkan ibuku berlalu meninggalkanku yang tetap bertengger di atas motor. Seperti biasa, aku menikmati keadaan sekitarku. Melihat kendaraan yang lalu lalang di hadapanku. Tengah asyik mengamati sekeliling, suara motor terdengar meraung-raung.

Aku melirik jam tanganku, sekitar pukul 17.00. Hm. pengumuman kelulusan sudah diberitahukan. Jadwalnya memang sore hari, pukul 16.00, karena terhalang pelaksanaan pemilihan walikota. Terlintas dalam bayanganku bagaimana rupa anak-anak SMA yang sedang konvoi itu. Namun ketika iringan-iringan motor itu lewat di hadapanku, ternyata bukan anak SMA, melainkan segerombolan pasukan motor dengan memakai kaos seragam bertuliskan JR dan membawa bendera Jo-Dy. Hm..., ternyata ini konvoi kemenangan atas terpilihnya Jokowi-Rudy sebagai walikota Solo lagi. Ah, aku salah tebak.

Belum ada lima menit konvoi pendukung Jo-Dy berlalu, sudah terdengar lagi raungan suara motor. Kali ini lebih keras. Masya Allah, aku baru tersadar. Ini kan daerah rumahnya Rudy. Pantaslah kalo akan bersliweran banyak pendukung Jokowi-Rudy. Alamak...
Tapi begitu iring-iringan motor itu lewat, ternyata aku salah. Yang lewat justru sekelompok siswa SMA yang memakai kemeja dengan penuh coret-coretan sambil berdiri di atas sepeda motornya dan mengklakson bel sepeda motor tak henti-hentinya. Hm, aku salah tebak. Ternyata yang ini justru konvoi kelulusan dan parahnya justru lebih ganas daripada konvoi pendukung Jo-Dy.

Sejenak hening. Alhamdulillah... Semoga saja ibuku segera menyelesaikan belanjanya dan aku bisa segera pergi menjauh dari kawasan rumah Rudy ini. Namun, tak lama kemudian, suara raungan knalpot kembali terdengar. Tapi kali ini tidak terlalu ganas, bahkan lebih 'sepi' dibandingkan yang pertama tadi. Iseng, lagi-lagi aku menebak. Ini konvoi pendukung Jo-Dy atau konvoi anak SMA? Dalam hati aku menebak konvoi pendukung Jo-Dy. Dan begitu lewat di hadapanku, ternyata hanya 2 motor biasa yang dikendarai oleh 4 orang anak kecil usia SD.
Sekarang aku yang bingung. Anak-anak ini konvoi untuk apa? Pendukung Jo-Dy kah? Padahal mereka jauh masih kecil dan sama sekali tidak ikut mencontreng. Kok bisa-bisanya ikut senang dengan kemenangan Jo-Dy? Kalau konvoi kelulusan SMA... wah, dilihat dari wajahnya saja, lulus SD saja mereka belum apalagi lulus SMA. Hm..., apakah hanya karena ikut-ikut dek? Kasihan...

Suasana kembali normal. Suara raungan motor sudah tidak terdengar. Aku kembali asyik mengamati kendaraan sambil menunggu ibuku. Tepat saat ibuku menghampiri sepeda motorku, sebuah sepeda motor berlalu. Unik (bagiku)! Sepeda motor itu dikendarai dengan kecepatan lambat (menurutku), tanpa suara meraung. Penumpang motor itu mengenakan seragam SMA yang penuh dengan coretan, bajunya tak rapi, rambut apa lagi. Tapi yang mengendarai adalah seorang bapak-bapak yang melajukan sepeda motor dengan sangat hati-hati.
Aku ingin tertawa. Ini bapaknya yang begitu sayang pada anaknya hingga menjemput sang anak agar tidak ikut-ikutan konvoi atau anaknya yang konvoi lalu minta dijemput bapaknya untuk pulang? Aduh..., ada-ada saja.

Dan akhirnya aku pulang. Seru saja mengamati tingkah laku orang lain. Pendukung Jo-Dy, siswa SMA, atau anak kecil yang entah meniru siapa. Pendukung Jo-Dy yang banyak tapi tidak terlalu ganas, atau siswa SMA yang jumlahnya tak seberapa namun ganasnya luar biasa. Sempat terpikir ide gila. Kok tidak ada ya konvoi siswa SMA sekaligus pendukung Jo-Dy. Kan bisa sambil menyelam minum air tuh. Senang karena jagoannya menang sekaligus senang karena dirinya lulus. Pasti lebih buanyak dan lebih ganas. Haha... Bercanda! Jangan sampai lah. Mereka saja sudah cukup memekakkan telinga apalagi kalau pendukung Jo-Dy dan siswa SMA bersatu? Hm...tidak...

Hari ini, sore ini, Soloku yang damai berubah menjadi ramai...


Bukan berarti aku setuju dengan konvoi, hanya saja iseng meihat keunikan konvoi yang aku temui sore ini.
'Afwan...

Saturday, 24 April 2010

Kerinduan

18:23 2 Comments

Kerinduanku memuncak
Tak terbendung bagai air bah yang tumpah
Memori terputar kembali
Menampilkan rekaman kenangan yang terangkai indah
Air mataku menitik
Layaknya rintik hujan di tengah gurun gersang

Sesosok wanita
Sederhana nan lembut luar biasa
Kecerdasan dan keteduhan yang terangkai lewat kata yang teruntai dari bibirnya
Memberiku makna
Betapa engkau sangat berharga

Kau berada di satu sisi
Sedangkan aku sejajar jauh darimu
Tak kan pernah bertemu meski diperpanjang hingga jemu

Andai dulu aku bisa berlari atau merubah diri
Aku tak ingin sejajar denganmu
Aku berharap tegak lurus menyertaimu
Agar suatu waktu kita dapat bertemu


PS:
Untuk kakakku tercinta yang tak sempat kupandang wajahnya...

Thursday, 22 April 2010

Alhamdulillah..., Aku Lupa

04:43 2 Comments
Sering kali kita terlupa akan sesuatu. Lupa menaruh kunci motor, lupa membawa tugas kuliah, atau lupa materi kuliah saat sedang ujian. Merasa kesal? Wajar. Biasanya orang merasa terganggu dengan keadaan 'lupa' ini. Mungkin karena waktunya jadi tidak efektif, atau rencana-rencana dan target yang ingin diraihnya jadi sedikit berantakan. Tak jarang pula orang lain menyalahkan kita yang sedang lupa, "Kok bisa sih? Dasar pelupa!"

Padahal bukankah manusia itu tempat salah dan lupa. Jadi wajar jika kita memang sering lupa. Memang Allah sudah menciptakan manusia dengan keadaan seperti itu. Kenapa harus protes dan tetap menggerutu saat terlupa. Bukankah Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sempurna. Pun sempurna dengan sifat pelupanya.

Seumur hidup kita, roda kehidupan terus berputar. Seiring dengan perubahan suasana hati pula. Pernah suatu kali kita sedih luar biasa karena tertimpa musibah misalnya. Seandainya kita tidak pernah lupa, tentu kesedihan itu akan terbayang-bayang selamanya. Atau suatu ketika kita takut dengan sesuatu. Jika kita tak pernah lupa, betapa ketakutan itu akan menjadi bagian hidup kita selamanya. Manusia akan lebih mudah stress karena beban otaknya yang justru mampu mengingat segalanya dan tak pernah melupakannya. Jadi, bersyukurlah kita karena Allah menciptakan kita dengan sifat lupa.

Namun ada yang masih kurang setuju. "Bukankah enak jika kita tidak pernah lupa dengan materi belajar. Untuk kasus ini tidakkah lupa ini benar-benar mengganggu?" Hm..., tidak. Jika Allah menciptakan sifat ini kepada manusia, berarti secara universal berlaku pula untuk semua keadaan. Seandainya kita tidak pernah lupa dengan setiap materi belajar, yang ada kita akan menjadi orang yang malas. Kenapa? Karena kita merasa membaca satu kali saja sudah cukup dan tidak pernah lupa. Di sinilah hikmahnya. Manusia memang diciptakan sebagai makhluk yang mudah lupa agar ia tidak pernah berhenti belajar, agar ia mau mengulang kembali belajarnya.

Maka, aku sangat bersyukur karena aku bisa merasakan lupa. Namun bukan berarti lantas kita bisa berleha-leha. Justru karena kita ini pelupa, maka kita dituntut untuk lebih berhati-hati dan terus mau memperbaiki diri.

Tuesday, 20 April 2010

Patologi Sistem Retikulo Endotelial

04:28 0 Comments

Dari catatan kuliah

Prof.DR. Ambar Mudigdo, Sp.PA(K)


Salah satu organ sistem retikuloendotelial yaitu nodus limfatikus (kelenjar getah bening). Kelenjar getah bening tersebar di seluruh tubuh.

Untuk struktur histologisnya udah dibahas tuntas di histologi organ hemopoiesis atau histologi sistem limfatika, so ga dibahas lagi di sini.


Kondisi patologis yang sering dijumpai pada nodus limfatikus

Peradangan Akut Non-Spesifik

- Karena mengalami radang akut

- Radang : suatu reaksi positif / aktif oleh tubuh sebagai respon terhadap suatu stimulus

- Radang dapat dikategorikan menjadi beberapa hal

o Radang akut dan radang kronis; ada juga yang membagi lagi ditambah dengan sub kronis.

o Radang spesifik dan radang non spesifik

- Radang spesifik adalah radang yang membentuk jaringan granulasi. Jaringan granulasi ini merupakan jaringan ikat muda sebagai pengganti sel yang rusak.

Misal pada TBC jaringan granulasinya disebut tuberkel

- Radang nonspesifik misalnya akibat serangan strafilokokus, salmonella, dll

- Radang disebabkan oleh toksin, benda asing, zat kimia, stimulus fisik, dll

- Selsun yang akut ditandai oleh 5 hal :

1. Rubor (merah) : karena vaso dilatasi pembuluh darah

2. Kalor : lebih hangat karena banyak aliran darah

3. Tumor : bengkak

4. Dolor : nyeri karena stimulus saraf sensible

5. Fungsiolesi : gangguan fungsi

- Radang berbeda dengan infeksi. Infeksi merupakan proses respon dari suatu mikroorganisme

- Radang bisa dikarenakan oleh mikroorganisme atau penyebab yang lain.

Gambaran

- Stratum germinativum menyolok

- Terjadi mitosis

- Hiperplasia (bertambah banyak) dan hipertrofi (bertambah besar)

- Sinus melebar


Kronik Non-Spesifik

- Tidak nyeri

- Membesar

- Solid

- Mobil


Kronik Spesifik

- Membentuk jaringan granulasi yang spesifik

- Salah satu contohnya yaitu TBC

- TB tidak hanya menyerang paru. Bisa juga menyerang tulang, liver, limfa, testis, dan semua organ tubuh lainnya.

- TB bersifat cold

- Terdapat sel datia langerhans

- Livide (kebiru-biruan), bukan rubor

- Ada fistel (lubang)

- Terjadi nekrosis caseosa (perkejuan). Nekrosis yaitu kematian sel yang masih berhubungan dengan sel lain yang vital.


Neoplasma

- Primer : memang berasal dari situ

- Sekunder : berasal dari tempat lain

- Ganas : hodgkins dan non-hodgkins



Silakan download di sini

Patologi Sistem Retikuloendotelial