Follow Us @soratemplates

Tuesday, 30 November 2010

Kuliah Fisiologi : Sel dan Biolistrik

18:04 0 Comments



dr. Kiyatno


Tubuh manusia disusun oleh 2 komponen besar, muskulo (otot) dan skeletal (tulang)

Kedua komponen ini akan membentuk postur tubuh kita.

Sel otot

Otot yang menyusun tubuh kita terdiri dari sel otot. Ada 3 macam otot (SMA banget..^^) :

a. otot lurik/rangka >>

- inti lebih dari satu, di perifer

- disusun oleh sel otot lurik

- bisa diperintah sesuai kehendak kita

- bentuk panjang

b. otot jantung >>

- disusun oleh sel otot jantung

- ada garis melintang

- inti satu di tengah

- gerakan involunter (ga bisa kita kendalikan)

c. otot polos >>

- disusun oleh sel otot polos

- sel pipih

- nuklues satu ditengah

- ga ada garis gelap terang melintang

- gerakan involunter

Satu sel otot memiliki bagian2 tertentu :

¨ tersusun oleh banyak myofibril,

myofibril tersusun lagi oleh banyak miofilament yaitu: AKTIN (filament tipis) & MIOSIN (filament tebal).

- aktin terdiri dari 2 lagi : troponin dan tropomiosin.

¨ Sarkomer >> 1 unit fungsional terkecil dari sel otot. Terletak di antara 2 garis Z.

¨ sarkolema = plasmollema >> membrane sel otot

¨ sarkoplasma >> sitoplasma sel otot

¨ sarkoplasmic reticulum >> reticulum endoplasma halus yang ada dalam sel otot. Ujungnya melebar dinamakan “tubulus longitudinal”. Ada 1 lagi system tubulus, namanya “tubulus transversal” atau “tubulus T”. Tubulus T ini terletak tegak lurus tehadap tubulus longitudinal dan tegak lurus terhadap berkas otot.

¨ Nah, tempat pertemuan antara tubulus transversal dan tubulus longitudinal disebut TRIAD.

¨ Cisterna >> gudangnya Ca

Fisiologi konstraksi otot

Kontraksi otot terjadi saat ada suatu potensial aksi yang masuk ke sel otot à Potensial aksi ini akan memacu pengeluaran Ca2+ dari tubulus T à Ca2+ ini akan masuk ke sel otot dan merangsang sel otot untuk berkontraksi.

Gimana ceritanya ion Ca bisa menyebabkan otot berkontraksi…?

Ceritanya gini temen2…

Berdasarkan pada “Sliding filament theory”, didapatkan bahwa kontraksi otot terjadi bila filament aktin meluncur sepanjang filament myosin. Tanpa adanya pemendekan filament aktin maupun myosin.

Meluncurnya filament aktin ke sepanjang filament myosin ini terjadi karena pukulan kepala myosin terhadap aktin, disebut power stroke.

Untuk bisa melakukan suatu kontraksi otot, setidaknya ada 6 syarat mutlak yang ga bisa diganggu gugat. Yaitu:

1. Myosin

2. Aktin

3. Tropomiosin

4. Troponin

5. ATP

6. Ca

Peranan dari 6 komponen tersebut kurang lebih kaya gini:

Di aktin ada bagian titik2 hitam yang disebut active side. Fungsinya sebagai tempat untuk nempelnya dengan myosin.

Kalo nempel, berarti ada interaksi. Jadinya terjadi kontraksi otot.

Supaya ga terjadi kontraksi terus-menerus, yang item-item dari aktin itu harus ditutup. Nah, penutupnya namanya tropomiosin.

Biar penutupnya kuat, harus ada kuncinya. Namanya troponin.

Trus, butuh juga ATP untuk energinya.

Nah, kuncinya tadi kalo butuh kontraksi otot harus dibuka. Yang bertugas buka kunci itu adalah Ca.

Secara keseluruhan, proses kontraksi seperti ini:

Ada potensial aksi àmengenai bagian cistern (gudang Ca) à Ion Ca akan keuar dari cisterna menuju sitosol àBila Ion Ca masuk sel otot à Ca akan berikatan dengan troponin à troponin yg awalnya “mengunci” tropomiosin akan bergeser à troponin dan ion Ca yang berikatan ini akan membuka active side dari filament aktin à ikatan dari kepala myosin dengan bagian aktif à terjadilah power stroke àfilamen aktin tertarik à pelepasan ADP dan ion Pospat à terlepaslah ikatan kepala myosin dan aktin (disconnecting) à ATP baru akan berikatan lagi pada molekul aktin selanjutnya untuk membentuk power stroke lagi à siklus seperti di atas akan dimulai lagi.

Sederhananya, ada 6 tahapan siklus jembatan silang :

1. influx Ca à Ca2+ masuk sel otot (sitosol)

2. ikatan antara myosin + aktin

3. terjadi power stroke

4. ikatan ATP baru melepaskan ikatan aktin + myosin à disebut disconnecting

5. hidrolisis ATP oleh ATPase jadi ADP + P (persiapan untuk power stroke selanjutnya)

6. kembalinya Ca2+ ke cisterna disebut pompa Ca (efflux)

Untuk peran ATPnya sendiri kurang lebih gini:

Jembatan silang sebelumnya sudah berikatan dengan ATP à ATPase memecahkannya mjd ADP + P à dalam kepala myosin tersimpan ADP + P siap pakai.

ATP ini berperan penting dalam kontraksi otot. Yaitu untuk:

a. pompa Ca2+

b. memberi energy untuk power stroke

c. berperan dalam disconnecting

Nah, kurang lebih seperti itu..^^v

Balik ke awal mula kontraksi otot (adanya potensial aksi). Kenapa kok bisa ada potensial aksi, lewat apa…?

Jawabnya…, lewat neuromuscular junction à hubungan / sinaps antara neuron dengan otot, dikenal juga dgn motor end plate.

Yang namanya sinaps, tentunya ada bagian presinaps dan bagian postsinaps. Bagian presinaps adalah akson terminal dan bagian postsinaps-nya ada sel otot. seperti hubungan antara neuron, junction ini juga ada celah sinaptik (synaptic cleft).

Proses penghantaran rangsang sama seperti penghantaran antarneuron juga, ada neurotransmitter yg berperan untuk menghantarkan rangsang.

Neurotransmitter yg berperan pada neuromuscular junction adalah asetilkolin (Ach).

Neurotransmitter itu tersimpan di vesikel neurotransmitter. Bentuknya bulat-bulat.

Trus, tentang potensial aksinya sendiri, kurang lebih kayak gini…

Di dalam sel negative, di luar sel positif. Hal ini terjadi karena konsentrasi ion-ion sel di dalam dam luar sel berbeda. Akibatnya, terdapat perbedaan potensial juga. Di mana yg di dalam sel lebih negative (sekitar -60 sampai -90) dari yang di luar.

Kalo sel istirahat, di dalam sel potensialnya -60. Disebut juga resting potensial membrane, yaitu suatu keadaan di mana sel istirahat karena tidak mendapat rangsangan.

Kalo sel dapat rangasangan, yang terjadi potensialnya bisa tambah negative atau malah jadi positif.

Misalnya berkurang (dari -60 ke -40 atau bahkan jadi positif) disebut depolarisasi.

Rangsang yg menyebabkan adanya proses depolarisasi disebut rangsang eksitasi.

Saluran ion yang berhubungan dengan eksitasi yaitu saluran ion Na.

Ketika ada rangsangan àsaluran ion Na membuka à Na masuk ke dalam sel à karena Na bermuatan positif à di dalam sel jadi lebih positif à terjadi depolarisasi.

Kalo rangsang menyebabkan jadi tambah negative (dari -60 jadi -80 dst), prosesnya disebut hiperpolarisasi.

Rangsang yang menyebabkan hiperpolarisasi disebut rangsang inhibisi.

Saluran ion yang berhubungan yaitu saluran K dan Cl.

Jika terangsang àsaluran ion K membuka àK keluar dari dalam sel àkarena K membawa muatan positif àdi dalam jadi makin negative àterjadi hiperpolarisasi.

Proses secara kesuluruhan kayak gini…

Di terminal akson ada vesikula isinya asetilkolin à vesikula bergerak ke permukaan à menempel dengan membrane akson terminalnya à terjadi fusi (perlekatan antara vesikula dengan membrane) à fusi ini terjadi akibat adanya dorongan dari Ca à vesikula pecah à asetilkolin keluar à masuk ke dalam celah sinaps à proses ini disebut eksotisosis à ion Ca keluar dari sel (biar tdk terjadi eksositosis terus-menerus) à asetilkolin membuka saluran ion Na yg ada di otot à terjadi potensial listrik yaitu eksisatory post synaptic potensial (EPSP)* àrangsang dilanjutkan (menjalar) ke tubulus T dan sarkolemma à sisterna juga terkena à Ca keluar dari cisterna à Ca masuk ke sitosol à lanjut kayak proses kontraksi tadi.

*jika yang terbuka saluran K atau Cl, yang terjadi inhibatory post synaptic potensial (IPSP).

Supaya asetilkolin tidak masuk terus-menerus, asetilkolin harus dirusak oleh enzim asetilkolin esterase menjadi kolin dan asetat.



Wednesday, 10 November 2010

Antara Relawan, Kuliah, dan Kenyataan

01:27 6 Comments
Sirine ambulance mengaum dan aku berada di dalamnya. Memang tidak terkapar di tengahnya, melainkan duduk dengan hati berdebar di sampingnya sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Semua tak kan kualami, tanpa bermula dari sini.

Pagi yang dingin, namun sepeda motor yang buluk karena belum sempat dicuci harus segera kulajukan. Pretest biokimia! Pasrah, baru belajar satu jam yang lalu. Alhamdulillah, berjalan lancar. Selepasnya, sebuah peringatan SMS masuk dari kakak tingkat menghiasi layar HP-ku.
"Asl. Dek, hari ini yang jaga siapa ya?"

Aku melihat jadwal jaga yang aku simpan di HP-ku. Kosong. Tidak ada yang bertugas jaga. Duh, bagaimana ini. Amanah untuk mencari orang yang jaga, tapi tidak ada yang bersedia. Berpikir sejenak, membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Sejurus kemudian melihat dengan sangsi pada jadwal kuliah yang kupampang di halaman depan binderku. Sebuah kilatan mata jahil, aku akan bolos kuliah siang ini.

Sayang, masih terbentur juga. Masih harus mencari satu orang lagi. Dengan berharap cemas, aku bertanya pada kawanku, "Seandainya kita bolos satu kuliah siang ini untuk jaga pos, kamu mau?"
Dan serta merta, kawanku bersedia. Jadilah kami berangkat siang itu.

Siang yang terik, tidak semendung biasanya. Dengan sepeda motor yang makin buluk terkena debu jalan raya Solo-Semarang, kami nekat untuk terus melaju. Hingga akhirnya sepeda motorku berhenti di halaman sebuah SD bertuliskan "SD 9 Boyolali, Posko Bencana Merapi Pengungsi Tupang, Selo, Cepogo".

Dengan berjalan cepat, aku dan kawanku menuju sudut halaman yang terpampang spanduk "Posko Kesehatan MER-C Solo". Sepi. Hanya ada 2 orang kakak tingkat dan 1 orang coass. Kami segera bergabung dengan mereka. Melakukan tugas seperti biasanya, meracik obat.

Sore menjelang, beberapa relawan yang bertugas jaga mulai berdatangan, termasuk seorang pria dengan wajah resah yang bingung menghampiri posko kami. "Mbak, saya dari Universitas Boyolali. Baru saja ada pengungsi datang, dia tidak bisa jalan. Mungkin patah tulang. Kami tidak punya tim medis yang memadai. Seandainya bisa, kami ingin minta tolong MER-C untuk menuju posko kami." kata mas itu pada coass yang memang bertugas di meja periksa.

Tak perlu berlama-lama, Pak Yudhi sebagai koordinator tim medis mobile mengatur tim. 2 orang coass berangkat dan dibutuhkan pre-klinik untuk membantu. Jadilah, aku dan kawanku turut menyertai. Bersama mereka dan tentunya mas UNB tersebut, kami bertolak ke UNB dengan mobil ambulance.

Sesampai di UNB, suasana tidak seramai posko SD 9. Posko baru, begitu katanya, dan masih sedang dalam proses evakuasi pengungsi. Kami segera digiring menuju pengungsi yang dikira mas UNB tadi mengalami patah tulang.

Namanya Muhammad Yasin. Usianya 15 tahun. Wajahnya terlihat bersih, tampan kurasa. Tapi ada yang aneh. Dia selalu menunduk. Bukan..., bukan menunduk dalam arti menjaga pandangan, tapi menunduk karena tak ingin berinteraksi dengan orang. Dengan sabar, kedua orang coass kami mulai melakukan pemeriksaan. Kaki kanannya terlihat tak wajar. Terlihat lebih kecil dan pipih dibanding yang kiri. Telapak kakinya melengkung. Dalam istilah kedokteran, kami menyebutnya talipes. Aku dan kawanku yang masih semester 3, baru saja mendapat materi talipes dan kami lantas menduga, ini kasus talipes. Kami masih mengamati apa yang dilakukan oleh kedua coass di hadapan kami. Melakukan palpasi, sentuhan di bagian kaki. Ternyata tidak nyeri. Seorang coass mencoba meluruskan kaki yang bengkok itu seperti normal, dan ternyata tak nyeri pula. Aku dan kawanku, mulai heran. Kemudian coass meminta ia untuk berdiri tegak sedang coass yang satunya meluruskan telapak kakinya. Ternyata tak sakit juga. Kemudian ia diminta berjalan perlahan. Lagi-lagi ia tak merasakan nyeri.

Ia kembali duduk. Seorang coass kami mulai mengajaknya bicara dan coass kami meminta, "bisa tidak kalau menjawab pertanyaan sambil melihat wajah saya?" Dia pun melirik sedikit. Namun tak berani menatap wajah mbak coass itu. Ketika ditanya, "Sering main ke luar rumah ga?" Dia hanya menggeleng. Tapi mbak coass kami tidak puas. "Coba bilang 'tidak' sambil melihat saya." Dia pun berkata sambil menoleh sedikit dan kembali menunduk lagi.

Sebuah kesimpulan yang kedua coass kami ambil, ternyata berbeda dengan praduga kami. Mbak coass itu berkata, "Ini tidak apa-apa. Kaki kamu sehat kok. Sering dipakai jalan-jalan saja ya." Lalu mas coass kami pun mengajaknya berdiri, "Ayo, jalan-jalan. Kakimu harus dibuat latihan jalan." Jadilah mereka berdua berjalan perlahan-lahan mengelilingi Universitas Boyolali.
Aku dan kawanku yang masih kaget kalau ternyata dia tidak apa-apa segera diberi penjelasan oleh mbak coass kami. "Dia memang tidak apa-apa. Kelainan di kakinya muncul karena dia minder. Dia hanya sekolah sampai SD kelas 6. Sedangkan teman-temannya bisa melanjutkan sekolah. Dia punya teman sebenarnya, tapi karena minder, dia tidak mau diajak main. Akibatnya dia hanya di rumah dan mendekam, duduk tanpa berbuat apa-apa."
Hm..., sebuah pelajaran baru buat kami. Tak semuanya hanya diputuskan dari inspeksi pemeriksaan fisik. Harus ada anamnesis yang matang karena bisa saja fatal, sesuatu yang sebenarnya tidak apa-apa tapi kami kira terjadi apa-apa.

Sambil menunggu mas coass dan Yasin berjalan-jalan, kami duduk-duduk sambil mengobrol. Mencoba menyerap lebih banyak ilmu dari mbak coass yang terlihat sangat piawai menangani kasus tadi. Tiba-tiba seorang bapak-bapak datang dengan menggendong wanita yang terlihat lemah. Lantas, mas UNB menghampiri kami dan berkata, "Mbak, tolong pengungsi itu juga diperiksa." Kami pun bergerak.

Mbak coass menyerahkan stetoskop dan tensimeternya padaku. "Dek, cek tensinya." Aku pun melakukan perintah mbak coass. Dia sendiri mulai melakukan anamnesis pada wanita itu dan seorang ibu yang ternyata adalah kakak iparnya. Usut punya usut, wanita itu menderita Ca mammae. Ketika dilakukan anamnesis, wanita itu menangis. Tenyata dia ditinggal pergi oleh suami dan anaknya. Mereka kerepotan mengurus wanita itu dan menitipkan wanita itu pada kakak iparnya. Biaya untuk operasi tak ada, sehingga mereka hanya bisa menunggu. Mbak coass kami mulai menguatkan, bahwa di RS Moewardi asalkan memiliki jaminan kesehatan pasti akan gratis. Sayang, meski sudah memiliki jaminan kesehatan, mereka tak tau prosedur apa yang harus dilakukan. Hm..., informasi yang kurang..

Lagi-lagi, aku dan kawanku surprise. Dua blok yang lalu kami mendapatkan materi tentang neoplasma yang mana lebih banyak membahas kanker payudara. Sekarang di depan mata kami ada pasien dengan kasus Ca mammae dan seorang coass melakukan pemeriksaan fisik persis seperti teori yang kami dapati selama ini.

Keputusan diambil. Mumpung kasus ini ketahuan, mbak coass meminta untuk dirujuk. Meskipun bukan kegawatdaruratan akibat bencana merapi, tetapi pasien ini akan lebih baik jika berada di rumah sakit. Keluarganya sepakat, karena mereka pun merasa mendapat jalan untuk mengobati saudaranya itu.

Dan di sinilah kami sekarang. Di dalam mobil ambulance yang meraung-raung menerobos jalan untuk membawanya menuju RS Pandanaran.


PS:
Terima kasih untuk Dahniar yang mau menemaniku menjadi 'relawan' (rela mengorbankan kuliah). hehe..
Maaf kalau malamnya saat pulang kamu harus aku 'hujan-hujankan'. Semoga tidak sakit...
Hari itu benar-benar amazing.
Dan ingat kesimpulanmu sendiri, "Ternyata teori-teori kuliah itu ga ngapusi..." Haha...



Boyolali, 8 November 2010


Sunday, 24 October 2010

Parasit Neurologi

23:44 0 Comments


Parasit yang berhubungan dengan neurologi ada banyak. Tapi di sini tidak semua dibahas. Misal :

- Tripanosomiasis : sering terjadi di daerah danau lindu

- Hidatidosis : penyakit dari hewan yang pindah ke manusia

NEUROSISTISERKOSIS

Telur taenia solium – termakan manusia – menetas di duodenum / jejunum – menembus dinding usus – melalui venula mesenterika – otak.

Penyebabnya adalah larva sistiserkosis selulose.

Jika menyerang otak disebut neurosistiserkosis.

Gejala yang muncul tergantung otak sebelah mana yang terkena. Bisa juga karena organismenya mati dan merangsang otak,

Biasa dijumpai di kasus epilepsy, dengan cirri

- Di saat kecil ga epilepsy

- Atau kelurga tidak ada riwayat epilepsy

Ada banyak gejala-gejala yang terlihat, tapi 26% kasus tidak ada kaitannya dengan gangguan neurologi. Kenapa? Karena parasit melakukan kamuflase sehingga tidak langsung merusak tubuh dan bebas berjalan-jalan di tubuh.

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memeriksa LCS. Akan terlihat : esosinofil, limfosit, limfoid atipik.

Sistiserkus tipe rasemosis

- Beberapa kantung yang berhubungan. Sistiserkus itu biasanya hanya 1 kantung kecil-kecil. Tapi ini saling berhubungan.

- Biasa di temukan ventrikulus kuartus dan spatium sub arachnoid

- Tidak ditemukan skoleks. Padahal cirri dari taenia solium yaitu ditemukan skoleks. Jadi memang agak membingungkan. Tapi ini justru menjadi cirri khasnya.

- Pertumbuhannya menyerupai tumor metastase. Sulit dibedakan dengan tumor otak

- Prognosis buruk

Diagnosis : CT Scan, MRI, histopatologis, imuno spesifik.

Terapi: tidak diobati. Walaupun di otak sudah ditemukan adanya sistiserkus, tetap ga diobati. Kenapa? Karena kalo diobati, sistiserkusnya justru menjadi bereaksi mengeluarkan racun-racun yang justru membahayakan otak.

- Jadi prinsip pengobatannya tergantung dari gejala yang muncul. Misal

o Kejang : diberi antikonfulsi

o Ada perasaan mual muntah : diberi kortikosteroid

o Diberi obat cacing (praziquantel, albendazole) soalnya cukup ampuh

o Operasi bisa dilakukan tapi ini hanya pada organ-organ yang memungkinkan. Kalo ga memungkinkan ya dibiarkan aja.

Prognosis

- Baik kalo udah dioperasi

- Buruk kalo tipe rasemosis

MALARIA OTAK

Definisi

- Ditemukan plasmodium (falciparum) di hapusan darah tepi

- Tipe aseksual

- Disertai koma, dengan :

o Ada gangguan kesadaran lebih dari 30 menit

o Atau gangguan kesadaran lebih dari 30 menit setelah kejang

o Atau koma setelah di koreksi hipoglikemianya

o Atau tanpa ada penyakit lain

Hipoglikemi terjadi karena gula darah kita dimakan oleh malaria. Lama-lama pandangan mata kita akan berkunang-kunang lalu pingsan. Biasanya orang yang pingsan lalu diberi gula karena diduga hipoglikemi. Tapi pada keadaan ini setelah diberi gula justru terjadi koma. Di sini mengarahkan pada malaria.

Hipoglikemi hanya terjadi jika malarianya banyak. Artinya penyakit malarianya sudah dalam taraf berat.

Malaria otak terjadi pada orang yang non-imun malaria. Ketika mengunjungi daerah endemic malaria, kekebalan tubuhnya kurang sehingga terkena malaria dan bisa menjadi malaria otak.

Ada penyakit penyerta misalnya hiperbilirubinemia sehingga dikiranya sakit kuning.

Mortalitasnya tergantung dengan makin banyaknya organ yang terganggu. Jika sampai 3, kemungkinan kematian makin tinggi.

Patofisiologi

Masih banyak perdebatan. Ada beberapa hipotesis:

1. Sludging hipotesis

Trofozoit dan skizon sangat banyak di eritrosit – jadinya memenuhi kapiler darah otak – menghambat aliran darah – gangguan fungsi otak

2. Mechanical hypothesis

a. Eritrosit terinfeksi – jadi kaku – ga bisa lewat kapiler

b. Agregasi dari eritrosit yang terinfeksi dengan sel endotel pembuluh darah otak (disebut sitoaderens)

Kok bisa nempel? Karena eritrosit yang ternfeksi di bagian permukaannya membentuk knobs utk nempel.

c. Perlekatan antara eritrosit terinfenksi dengan organ (disebut sikuestrasi).

Ini menyebabkan saat dicek pembuluh darah tepi sedikit ditemukan plasmodium karena sudah banyak nempel di organ

d. Perlekatan eritrosit terinfeksi dengan eritrosit normal (disebut rossetting)

3. Permeabilitas

Malaria – permeablitias meningkat – bocor

4. Imunologi

Banyak bahan-bahan meningkat – mengganggu otak

5. Koagulasi intravascular dan endotoksin

TOKSOPLASMOSIS

Penyebab toksoplasma gondii

Biasa terjadi di anak-anak, jarang pada orang dewasa

Cara infeksi : melalui plasenta, tertelan tinja kucing, tertelan kista, terluka alat lab yang terinfeksi, transfusi, transplantasi organ

Kelainan pada SSP terjadi kalsifikasi sehingga bisa dirontgen

Ada kaitan dengan penyakit imunokompromis seperti AIDS, keganasan Hodgkin. Pada kasus AIDS pernah terjadi kematian. Tapi kematian ini disebabkan oleh toxoplasmasanya, bukan karena AIDSnya.

Silakan download di sini : Neuroparasitologi


Saturday, 23 October 2010

Ini Hasil Karyaku!

23:35 3 Comments
Ups, lagi-lagi saya mulai bercerita 'tak jelas'. 'Afwan jiddan sebelumnya, jika akhir-akhir ini saya mulai kehilangan arah, bercerita di luar koridor 'healthy'. Lagi-lagi saya bilang, insya Allah tetap ada manfaatnya. Dan kali ini adalah perasaan mengganjal saya tentang plagiatisme atau plagiat alias copas atau copy paste.

Yup. Bukan saya bermaksud sok-sokan tidak pernah mengakui melakukan perbuatan copy paste, tapi hendaknya perbuatan tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya untuk tugas laporan yang menuntut tinjauan pustaka. Tentu saja di situ dibutuhkan dasar teori yang jelas yang kita ambil dari para pakar. Justru akan salah kiranya kalau kita mengarang-karang sendiri tanpa ada referensi. Tapi bukan berarti dengan kita mengutip teori-teori sang pakar lantas kita menjadi pakar bukan? Itulah kenapa tetap dicantumkan catatan kaki atau daftar pustaka. Sayangnya, tak semua tinjauan pustaka di laporan-laporan itu memenuhi kaidah ini. Apa mau berlagak jadi pakar? Hm...

Oke. Anggap lah tidak terlalu serius untuk kegiatan penulisan ilmiah. Yang saya hadapi ini saja, penulisan blog, tetap saja ada tragedi copy paste. Memang bukan tulisan saya yang dicopy paste, tapi ini jelas sangat merisaukan karena tidak menghargai kreativitas dan hasil karya penulis aslinya. Coba saja kalau mau iseng-iseng search di google. Misalkan saja menulis di search engine cara cepat belajar photoshop. Sink..., apa yang terjadi? Dari beberapa artikel yang tertampil, isinya sama persis.

Kasus di atas jelas merugikan. Pertama, bagi penulis aslinya. Okelah dia dengan ikhlas menyedekahkan buah pemikirannya. Dia tetap mendapat pahala atas ilmu yang sudah tersebar luas. Tapi bagaimana dengan para plagiator itu yang tidak menyantumkan sumber tulisannya dan pembaca mengira bahwa itu adalah hasil karya si pemilik blog sendiri? Hm... Apa mau berlagak menjadi blogger sejati?

Kedua, bagi pembaca sendiri. Tentu akan merugikan pembaca jika dia benar-benar ingin belajar photoshop tapi ternyata artikel yang muncul di search engine sama semua. Yang ada ilmu pembaca akan berkembang kurang pesat. Dan jelas merugikan proses belajarnya.

Saya sering mengalami hal seperti itu. Awalnya saya biasa saja, toh saya masih bisa membuka artikel-artikel selanjutnya. Sayangnya, ternyata ini juga terjadi di beberapa blog yang aktif saya kunjungi. Blog-blog yang menurut saya bagus karena memberikan inspirasi. Ketika saya menjumpai blog A, saya merasa seperti pernah membaca tulisan itu. Setelah diingat-ingat, ternyata tulisan itu sudah ada di blog Z. Padahal saya sudah 'terlanjur' memberi apresiasi pada blog Z dan saya menjadi tak yakin sekarang. Siapa yang menjadi plagiat dan siapa yang seharusnya saya apresiasi. Demikian juga blog B. Meskipun ada kata-kata yang berbeda yang sengaja dia sesuaikan dengan keadaannya tapi redaksi sebagian paragrafnya sama persis dengan blog X. Memang antara blog A dan Z maupun B dan X tidak saling kenal. Hanya kebetulan saja saya menyukai tulisan-tulisan mereka. Cuma, kalau ternyata di antara mereka ternyata ada yang cuma meniru, bukankah itu menipu? Karena saya sebagai pembaca terlanjur jatuh cinta dengan tulisannya dan terlanjur menyukai penulisnya. Bukankah merugikan suatu bentuk apresiasi sastra?

Saya hanya berpikir, apa susahnya menyantumkan 'diambil dari ...' Atau memberikan link sumber. Atau jika memang hanya mengambil beberapa paragrafnya saja, apa terlalu berat jika mengetikkan satu kalimat 'diambil dari ... dengan sedikit perubahan'. Dengan menyantumkan itu, agaknya pembaca bisa mengapresiasi lebih tepat. Toh, pembaca juga akan tetap membaca blognya. Pembaca juga akan tetap mengunjungi blognya. Dan bisa jadi pembaca justru memberi apresiasi makin tinggi karena ia adalah penulis yang jujur, yang mau menghagai karya penulis lainnya. Bukankah itu lebih indah dan damai?

Yup. 'Afwan jiddan jika saya menuliskan kalimat-kalimat di atas dengan sedikit berapi-api. 'Afwan jiddan jika ternyata ada blogwalker yang membaca tulisan saya ini dan merasa tersinggung. Jika kita blogger sejati tentu kita akan menghargai blogger lainnya. Jika kita pembuat karya sejati, tentu kita menghargai karya lainnya. Bukan semata-mata keaktifan menulis blog, tapi sebuah originalitas. Dan tidak semata-mata harus original, tapi sebuah kejujuran.

Ayo menjadi blogger yang jujur. Jujur mengakui karya sendiri dan jujur mengapresiasi karya orang lain.
Keep writing... Keep blogging..!



Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Friday, 22 October 2010

Wajah Pasaran

18:45 2 Comments
Hehe..., kali ini saya memosting sebuah cerita yang sama sekali tak penting. Tak usah dibaca, jika memang Anda tak ingin waktu Anda terbuang sia-sia. Tapi jika anda termasuk orang-orang yang pintar menguak hikmah di balik segala sesuatu, insya Allah cerita ini tetap ada hikmahnya. Ini hanyalah uneg-uneg saya tentang wajah pasaran.

Yup, wajah pasaran. Tau kan maksudnya? Bukan berarti wajah yang sering nongol di pasar-pasar, tapi wajah yang mirip dengan banyak orang. Pernah mengalaminya? Saya, sering, bahkan terlalu sering. Mulai dari dibilang mirip dengan teman sendiri, keluarga teman, atau mirip artis. Duh.., parah nian.

Waktu saya kecil, saya dibilang mirip lala (tokoh yang diperankan oleh marshanda di sinetron bidadari). Tetangga dan om-om saya banyak yang bilang begitu. Bahkan ada anak kecil tetangga saya yang memanggil saya 'lala'. Duh...
Alhamdulillah, seiring berakhirnya sinetron bidadari dan saya mulai memakai kaca mata, panggilan itu mulai hilang. Tapi...ternyata tak berhenti sampai di sini. Mulai lagi sebuah sinetron baru, kiamat sudah dekat, yang tayang di bulan ramadhan. Orang-orang mulai bilang saya mirip Zaskia Adya Mecca. Mulai dari temen sekelas di SMA yang iseng memanggil saya 'Sarah' dan lagi-lagi tetangga dan om-om saya. Ada juga kakak kelas sejak SD sampai SMA yang sudah lama tidak ketemu, begitu dia main ke SMA untuk sosialisasi kuliah dan dia melihat saya, dia sampai-sampai bercerita begini ke mamanya, "Avi waktu SD sama SMA udah beda. Pangling. Sekarang kayak Zaskia." Duh.... Parahnya suatu ketika saya pulang dari kampus di sore hari pasca hujan. Kebetulan saya tidak memakai slayer untuk menutup wajah dan saya mampir ke pom bensin. Saat petugas pom bensin mengisi bensin, dengan isengnya (atau kurang ajarnya), dia nyeletuk "Zaskia Adya Mecca" dan petugas lainnya yang mengisi motor lain ikut nyeletuk "iya, mirip" Ya ampun....memalukan...
Belum lagi sahabat karib saya yang bilang saya mirip Mona Ratuliu atau Maudy Kusnaedy waktu memerankan tokoh Zainab di sinetron Si Doel. Mau saya bantah seperti apapun, tetap saja sahabat saya itu bilang mirip. Ibu saya pun ikut-ikutan. Katanya saya mirip Dewi Gita. Apalagi kalau sedang jadi sindhen di acara OVJ, pasti deh ibu bilang, "Tuh kak. Suaranya kayak kamu..." Sahabat saya pun ikut-ikutan. Kalau acara OVJ mulai pasati langsung ribut dan bilang, "itu lho..., mirip kamu..." Aduh.....

Padahal coba disejajarkan. Marshanda, Zaskia Adya Mecca, Mona Ratuliu, Maudy Kusnaedi, dan Dewi Gita. Kelima-limanya ga saling mirip kan??? Hm...

Waktu saya masuk kuliah pertama kali di uns, saat perkenalan telinga saya tak henti-hentinya mendengar kata "mirip sama..." Ada teman dari jakarta yang bilang saya mirip mbak murobbinya, ada temen adik kelas SMA yang bilang saya mirip tantenya, ada teman juga yang bilang saya mirip istri saudaranya yang baru saja menikah. Waduh...

Satu lagi yang 'agak tidak jelas'. Teman SMP saya yang kebetulan juga jadi teman SMA saya, saat awal-awal masuk SMA dulu seneng banget kalau ketemu saya saat memakai baju seragam putih abu-abu. Kenapa coba? Katanya saya mirip dengan gambar-gambar ilustrasi yang ada di novel dan komik-komik. Ya ampun...masa disamain sama gambar...!!

Cuma saya herannya, dari semua orang yang mengatakan saya mirip ini, mirip itu, kok jarang sekali yang bilang 'saya mirip ibu saya'. Haduh..., macam mana pula ini...T.T


PS:
Ditulis karena syok ditegur dosen dan ditanya "apa adiknya dian bla bla bla, kok mirip banget" Plus makin syok karena saya mengatakan saya tidak punya kakak tapi dosen tersebut tetap ngotot dan justru menyuruh saya untuk membuka facebook dian bla bla bla tersebut. Ya allah...dok.., sampai segitunya.


Hikmah:
Sebenarnya ga ada hikmahnya. Hanya iseng-iseng saja. Kalaupun diada-adakan, hikmahnya saya jadi banyak teman dan saudara. Coba kalau bukan karena dr.dian bla bla bla itu, saya mungkin tak pernah ditegur oleh dosen tersebut.
Kalau hikmah narsisnya (ini kata teman saya) berarti saya harus bersyukur karena punya wajah yang ngangenin, hingga tiap orang kalo ngliat orang lain jadi ingat saya. Haha...super ngawur plus ngasal.. :D

'Afwan kalo tidak penting dan banyak ngasalnya. Benar-benar obat sekedar penghilang stress.
'Afwan jiddan...


Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Thursday, 21 October 2010

Asisten Teladan

22:05 2 Comments
Memasuki blok ini seakan merasakan atmosfer yang berbeda di kalangan kami, angkatan 2009. Ada apakah gerangan? Ya, tak lain dan tak bukan yaitu untuk kali pertamanya kami intens berhadapan dengan anatomi. Bayangan susah? Banyak yang berpikir begitu. Bayangan panik? Tampak di raut sebagian tertentu. Bayangan enjoy dan menyenangkan? Ada pula yang seperti itu. Tapi, lepas dari bayangan 'euforia' kami, satu bayangan yang sangat bermakna adalah bayangan para asisten.

Asisten anatomi. Berjuta praduga dan prasangka lantas berlintas di kepala. Interaksi dengan asisten anatomi, memberiku banyak pelajaran bermakna. Tentu saja materi anatomi itu sendiri yang dapat mereka sampaikan dengan komunikatif. Tapi selain itu, sebuah pelajaran moral aku jumpai dari diri mereka.

Sebut saja seorang asisten bernama Mas A. Dia termasuk 3 besar asisten anatomi favorit versi angkatan 2009. Suatu ketika kami frustasi setengah mati karena asisten pengampu kelompok kami tidak bisa memberikan tentiran, semacam belajar kelompok dengan asisten. Asisten cadangan pun tidak ada waktu. Dan ditengah kepasrahan kami, tak sengaja kami bertemu dengan beliau. Di sebuah fotocopyan kampus, dengan memberanikan diri, kami bertanya pada beliau "Mas, ada waktu luang?"
Beliau menjawab, "Saya ada, malam"
Seketika kami bingung karena tak mungkin tentiran malam-malam. "Kalo sore ga bisa mas?"
Jawab beliau, "Sore saya sudah ada janji dengan kelompok X"
Kami sudah pasrah. Sepertinya kami akan menerima takdir tak mendapat tentiran lagi.
Tapi beliau melanjutkan, "Kalau pagi insya Allah bisa."
Hore...Deal! Kami tentiran pagi.
Bukan masalah paginya kawan. Lihat jadwal beliau. Pada hari kami bertanya, pagi hari beliau sudah tentiran. Untuk 2 hari ke depan saja beliau sudah penuh janji dengan beberapa kelompok untuk pagi dan sore. Apalagi beliau sempat menawarkan waktu malam. Coba dibayangkan! Betapa beliau rela meluangkan waktunya untuk membantu kami belajar.

Sejenis dengan Mas A, sebut saja Mas B. Beliau juga sangat ringan hati menerima todongan tentiran dari 2009. Ada beberapa kawan kami yang baru saja tentiran dengan asisten pengampunya. Lalu mereka 'iseng' bertanya pada Mas B yang kebetulan juga baru saja selesai memberikan tentiran dengan kelompoknya sendiri. Dan jawaban dari masnya adalah, "Ya"
Dalam kondisi dia baru saja selesai menentir satu kelompok, jam sudah menunjukkan pukul 17.00 dan beliau masih bersedia menentir satu kelompok lain di luar tanggung jawabnya. Subhanallah...
Selepas dari tentiran itu, seperti biasa beberapa dari kami memberi sedikit kue dan air minum sekedar untuk pelepas dahaga setelah panjang lebar menjelaskan. Dan apa reaksi beliau? Beliau berkata, "Dek, besok-besok lagi kalau mau tentiran dengan saya tidak usah membawa seperti ini. Saya tidak suka pakai bawa-bawa ini." Hm...

Beda lagi dengan seorang mbak. Sebut saja namanya Mbak C. Awalnya kami sekelompok merasa bahwa mbak C tidak perhatian dengan kami. Janji tentiran susah, praktikum pun tidak diampu. Ketika akhirnya suatu waktu kami 'terpaksa' harus menghadap beliau untuk mengerjakan tugas, kami menyadari kesalahan praduga kami.
Di tengah kami konsentrasi mendengar pengarahan beliau, HPnya berdering. Percakapannya kurang lebih begini "...ya...jam berapa...sekarang...materinya respirasi kan...ya udah aku ga jadi ikut kuliah berarti...ya sebentar lagi aku ke lab..."
Sink...kami terpana. Apa yang terjadi? Ternyata beliau ditelepon oleh asisten yang lain untuk menggantikan beliau mengajar anatomi untuk D3 farmasi.
Subhanallah... Permintaan mengajar yang mendadak dan tak masalah merelakan kuliahnya di jam yang sama.

Sungguh kalian semua asisten-asisten yang luar biasa. Salut pada kalian. Dengan kerelaan hati mengajari, keikhlasan, dan kesabarannya. Rela disita waktu belajarnya untuk mengajari kami semua. Terima kasih banyak telah membantu kami belajar demi melewati responsi tadi pagi. Jangan bosan untuk tetap mengajari kami hingga satu setengah tahun ke depan. Kami menyayangimu, wahai para asisten anatomi...


ANATOMISCHE


Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu