Follow Us @soratemplates

Monday, 2 May 2011

Uroradiologi

20:32 2 Comments
Pertama, kita harus tau dulu anatomi dari uroradiologi. Apa aja coba organnya? Ginjal, ureter, dan vesica urinaria, uretra.
- Ginjal ada bagian-bagian yang punya arti penting di radiologi. Yang harus diketahui itu korteks renal, pyramis, kaliks, pelvis. Bagian-bagian ini harus diamati bener-bener. Soalnya bisa jadi kunci untuk uroradiologi.
- Trus ada ureteropelvico junction
- Ureter : ada 1/3 proksimal, medial, distal
- Vesica urinaria di sini ada ureterovesica junction.
- Trus uretra: pars prostatica, membranosa, kavernosa.
(Hm…, mesti pada udah hafal di luar kepala)

FOTO POLOS
Pada pemeriksaan uroradiologi, pemeriksaan pertama yang dilakukan adalah foto polos.

Foto polos abdomen untuk GIT dan untuk uroradiologi tu beda. Kalo foto polos abdomen biasa, misalnya bukan foto polos untuk uroradiologi (BNO), pasien tidak perlu persiapan. Tapi untuk foto polos uroradiologi, butuh persiapan.

Apa persiapannya?
Satu hari sebelum pemeriksaan, pasien diberi “urus2” kalo di Muwardi pake garam Inggris 30 gr pada malam harinya, dan paginya harus puasa.
Supaya hasil foto polosnya bersih, pasien juga diminta tidak banyak bicara, merokok, dan aktivitas berlebihan. Kenapa? Biar ga menimbulkan gas di GIT waktu pemeriksaan foto polos.

Foto polos uroradiologi itu disebut juga BNO.
Jadi, foto polos tu dibedain jadi 2. Ada yang foto polos biasa sama BNO. Kalo yang BNO tu butuh persiapan.

Gambar di slide 3. Gambar ini menunjukkan persiapan yang kurang bagus. Kenapa? Soalnya di situ keliatan ada gas di dalam GIT-nya.

Batu di ginjal dan saluran ada 2 macem :
 Opak : tampak putih, densitas / warnanya mendekati warna tulang
 Non opak : gak keliatan

Dari pemeriksaan ini misal ada batu opak kita baru bisa bilang “curiga ada batu di ureter”. Kita belum boleh langsung mendiagnosis batu itu. Ntar ada pemeriksaan sendiri yang udah boleh yakin. Namanya IVP.

IVP
IVP itu kepanjanganya intravenous pyelografi. Inget baik-baik ya. Kayaknya keluar ni.

Gimana cara pemeriksaannya?

Pertama, kontras masuk secara intravena.
Syarat kontras bisa masuk tu diliat dari ureum kreatinin. Misalnya
o Di Muwardi : ureum kreatinin ≤ 2
o Di Surabaya : ureum kreatinin ≤ 1,5
Ada di tempat swasta yang udah canggih, yang ureum kreatinin > 5 bisa tetap dilakukan.
Penting juga ni kayaknya syarat-syaratnya.

Trus, pada menit ke-5 kita lakukan foto yang konsentrasi/fokusnya di ginjal.
Nah, apa aja yang dinilai ? (Ada 3. Penting ni!)
1. Fungsi sekresi ginjal
Caranya kita bandingkan kontur ginjal dari IVP dengan kontur ginjal pada foto polos. Kalo di foto polos, kontur ginjal gak tampak jelas. Kalo di IVP ternyata kontur ginjal tampak jelas, berarti fungsi nefron baik (sekresinya baik).
2. Fungsi ekskresi ginjal
Kita nilai kontrasnya bisa masuk di dalam ginjal atau ga. Kalo tampak jelas, maka fungsi ekskresi normal.
3. Bentuk kaliks / PCS (pelvicocalics system)
Bentuk kaliks bisa untuk menggambarkan diagnosis. Ada 4 bentuk :
 cupping (cangkir)  kaliksnya kurus. Ini keadaan yang normal.
 blunting  kaliks lebih gemuk tapi ujung kaliks masih cekung
 flattering  kaliks lebih gemuk, ujung kaliks lurus  Hidronefrosis grade II
 clubbing / ballooning  kaliks lebih gemuk, ujung kaliks cembung  Hidronefrosis grade III

Dari gambaran itu kita bisa mendiagnosisnya kayak gini (Penting ni)
- Normal : cupping
- Hidronefrosis grade I : blunting
- Hidronefrosis grade II : flattering
- Hidronefrosis grade III : ballooning
- Hidronefrosis grade IV : ballooning + penipisan korteks

Pada menit ke 15 kita menilai ureter baik yang kiri ataupun yang kanan.
Yang dinilai yaitu
1. Ukuran
Kalo ukuran ureter membesar: hidroureter
2. Mukosa dinding ureter
Kalo dindingnya ireguler : ureteritis (infeksi ureter)

Pada menit ke 30, kita menilai vesica urinaria.
Apa aja yang dinilai?
1. Ada batu atau ga
Kalo ada batu gambarannya radioopak (putih)
2. Filling defect
Kalo filling defect, gambaran putihnya ntar ada yang hilang. Kok bisa gitu?
Soalnya kontras ga bisa melumuri vesica urinaria secara keseluruhan karena ada sesuatu. Kalo normal, vesica urinaria akan putih total. Tapi berhubung ada sesuatu, jadinya putihnya ntar kroak (menghilang). ‘Sesuatu’-nya itu biasanya tumor (karsinoma).
3. Additional defect /shadow
Gambarannya ntar ada penonjolan dari lumen yang keluar. Ntar kayak polip gitu.
4. Pendesakan dari luar
Jadi ntar lumennya terdesak (ada warna hitam). Keadaan ini disebut indentasi.
Kalo yang mendesak dari bawah (dasar buli) :
- pada cowok : Bernigna Prostat Hiperplasi (BPH)
- pada cewek : pseudoprostat
Kalo yang mendesak di atas / dinding superior buli :
- biasanya pada cewek karena pendesakan organ ginek (uterus)

Gambar kiri di slide 8
Ureter yang sebagian hitam, sebagian putih itu normal. Kalo keliatan putih semua dari pangkal sampai ujung justru kelainan. Kenapa kok bisa gitu?
Soalnya ureter kan punya otot untuk kontraksi. Jadi ketika kontras lewat, ada yang sedang dalam keadaan kontraksi.
Nah, kalo keliata semua justru bisa mengindikasikan kalo ada obstruksi. Misalnya karena ada batu.

Trus, setelah dinilai vesica urinarianya pada menit 30, dilakukan tahap selanjutnya yaitu pemeriksaan post miksi (PM).
Pasien diturunkan dari meja periksa, kemudian harus kencing sampai tuntas karena kita akan menilai fungsi pengosongan vesica urinaria.
Kalau setelah kencing kita foto dan bulinya masih terisi > 20%, maka fungsi pengosongan buli tidak normal.

Kalo BNO (foto abdomen polos) kita hanya bisa bilang “suspect” batu, tapi kalo udah pake IVP kita harus bisa memastikan kalo itu batu.
Contohnya di gambar kiri slide 10.
Terlihat ada bendungan/obstruksi di ureter. Trus di ureter distalnya ada yang kosong. Kita bandingin dengan foto polosnya.

Gambar slide 11: menunjukkan adanya filling defect (warna putihnya ga rata).

BIPOLAR VOIDING/URETROCYSTOGRAFI
Caranya kontras dimasukkan lewat 2 jalur,
- lewat kateter sistotomi
- lewat OUE: pake spuit 50 cc yang lubangnya di tengah
Normalnya kontras nyambung terus sampai ke uretra.

Gambar kanan slide 12
Stricture uretra. Keliatan ada penyempitan, kontrasnya ga gabung. Jadi yang bagian atas dilatasi. Yang bagian bawah mau gabung juga ga bisa karena lumennya menyempit.

URETROGRAFI
Bedanya dari bipolar (2 arah) yang ini hanya dari OUE aja.
Caranya : gland penis ditarik sehingga uretra gak melengkung-lengkuk, dimasukkan spuit 50 cc. Masukkan kontras 30-40 cc.
Kalo nariknya glands penis bagus, hasilnya lurus dan pasien gak merasa kesakitan.

Jadi ntar kontras akan mengisi lumen uretra. Apa yang kita nilai? Kita menilai di bagian mana ada rupture/ kelainan.

USG (Ultrasonografi)
Gambar 14
Ada bulat trus ditengahnya hitam, nyebutnya anechoic (karena ada cairan). Biasanya kista. Jadi karena USG-nya ini di ginjal maka diagnosisnya kista ginjal.
Istilah di USG tu ada
- putih: hiperechoic
- sama dengan jaringan sekitarnya: isoechoic
- lebih hitam: hipoechoic
- kalo ada cairan: anechoic

CT SCAN
Irisannya bisa aksial dan coronal.
Pada CT Scan, istilahnya
- Hiperdens
- Hipodens (lebih terang)
- Isodens

Penting buat dipelajari
- Bentuk batu di ginjal.
Batu stuck horn: batu yang bentuknya kaya tanduk rusa
- PCS
Ada gambaran kaliks kaya bunga layu disebut gambaran “lili drop sign”
- Waktu-waktu interpretasi IVP
- Grade-grade penyakit berdasarkan bentuk kaliks
- Kepanjangan USG, IVP, dll


Silakan download di sini


Ambil Saja

11:06 0 Comments

Dulu, ada seorang sahabat karib saya yang bersajak begini
"Dia itu ibarat apel yang ranum. Yang membuat orang yang lewat di pohonnya meneteskan air liur. Beberapa tangan sudah siap menadah, berharap apel itu jatuh ke pangkuannya. Tapi hanya akan ada satu orang yang beruntung." Hm..., maknanya dalem sekali. Tapi kali ini saya tak akan membahas makna tersirat dari celoteh sahabat karib saya itu. Saya justru akan bercerita sedikit tentang makna tersuratnya.

Di depan rumah saya (lebih tepatnya lagi di depan kamar saya) ada dua pohon yang cukup rimbun daunnya. Itung-itung pohon itu memberi pemandangan segar tiap kali saya membuka tirai jendela. Nah, kedua pohon ini bukanlah pohon biasa. Dua-duanya adalah pohon berbuah yang sengaja ditanam oleh prakarsa bapak dulu. Di sebelah kiri adalah pohon mengkudu, sedangkan di sudut kanan jendela kamar saya adalah pohon kelengkeng.

Akhir-akhir ini (mungkin juga sudah dari dulu cuma saya kurang mengamati dan memaknai) ada beberapa orang yang berseliweran di depan rumah saya dan tertarik dengan kedua pohon ini. Karena kaca kamar saya riben, jadi mereka tak tahu kalau sebenarnya aktivitas mereka saya amati dari dalam kamar. Ternyata mengamati tingkah laku orang itu menyenangkan sekali.

Beberapa waktu kebetulan saya sedang tidak ada jadwal kuliah. Saya memutuskan untuk pulang ke rumah saja dan bukannya menghabiskan waktu di kampus. Saat sudah berada di dalam kamar, datanglah rombongan anak SD yang kebetulan memang sangat dekat dari rumah saya. Apa yang dilakukan? Tentu saja, mencoba memetik kelengkeng yang memang sedang berbuah. Padahal buahnya belum seberapa. Hm..., saya cukup mengamati saja. Mungkin mereka sudah mengincar kelengkeng itu tiap berangkat atau pulang sekolah. Hingga begitu tau ada kelengkeng baru, langsung mereka petik.

Lain waktu saat sore hari. Biasanya jam-jam segitu saya memang belum pulang. Kalaupun pulang pasti sudah terlelap di atas kasur. Kebetulan saja saya tidak tidur saat itu. Datanglah anak-anak kecil yang tiap sore TPA di depan rumah saya. Kira-kira 5 orang anak perempuan yang masih kecil-kecil. Suasananya ribut sekali. Pasalnya mereka masih kecil, hingga tidak sampai untuk menjangkau kelengkeng yang agak atas. Suasana makin riuh ketika mereka mencoba saling gendong-menggendong. Alhamdulillah, setelah 2 orang bekerja sama untuk menggendong 1 orang yang paling kecil, terraihlah dahan pohon yang agak tinggi. Cuma, kelengkengnya belum sampai. Begitu mereka menurunkan dahan itu sembari menyusuri untuk mengambil kelengkeng, tiba-tiba ada anak TPA laki-laki yang berteriak. "Heh.., sing duwe ana ning omah lho. (Heh, yang punya ada di rumah lho)!" Langsung kelima anak perempuan itu berlari kembali ke masjid.
Duh..., kasihan sekali. Padahal tinggal sedikiiit lagi kelengkeng itu bisa mereka nikmati. Hm...

Itu baru kisah dibalik menggiurnya kelengkeng. Tenyata si pohon mengkudu alias pace yang pahit dan baunya ga enak pun mengalami nasib serupa. Hampir tiap pagi, saya melihat ada ibu-ibu yang mengambil beberapa pace dari pohon. Pernah suatu waktu saat saya kebetulan keluar rumah dan memergoki ibu itu, si ibu terlihat salah tingkah. Akhirnya dengan tampang yang sepertinya malu-malu ibu itu pun berkata, "Nyuwun pacenipun nggih mbak (minta mengkudunya ya mbak)"

Ada juga yang lucu. Seperti tukang becak misalnya. Suatu waktu ada becak berhenti di depan kamar saya, kemudian bapak itu bilang, "Mendhet paca mbak (ngambil pace mbak)" Padahal saya di kamar dan belum tentu pak becak itu tau kalo saya ada di rumah. Hm..., mungkin sebagai syarat untuk meminta izin saja kali ya.

Yang lucu lagi adalah kejadian siang ini. Ada seorang bapak dan anak naik motor tiba-tiba berhenti di depan jendela kamar saya. Lalu bapak itu berkata, "Cepet jipuki (cepet diambilin)" si anak pun turun dan mengambil beberapa pace yang memang sudah jatuh. Mungkin karena jumlahnya cuma sedikit, bapak itu pun ikut turun. Dan apa yang dilakukannya? Pohon pace itu digoyang-goyang dan berjatuhanlah pace-pace dengan suksesnya. Hm..., berasa panen saja dia...

Ups, saya tidak bermaksud mengkritik atau apa. Justru rasanya senang saja kalau ada pohon di rumah saya yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain. Walaupun mereka mengambilnya dengan tidak permisi dan meski malu-malu atau takut ketahuan, sebenarnya tak masalah jika memang mau diambil. Bahkan saya termasuk menikmati ketika kambing-kambing mulai mendekat dan menjulur-julurkan badannya untuk meraih daun-daun pohon kelengkeng yang rendah. Hm..., enak rasanya bisa berbagi dengan apa yang kita miliki.

So, buat bapak-bapak, ibu-ibu, adek-adek SD, adek-adek santri TPA, bahkan kambing sekalipun, kalau mau ambil kelengkeng, pace, atau sekedar makan daunnya (khsusus kambing) silakan saja karena saya tak tega jika kalian semua hanya bisa seperti sahabat saya yang cuma bisa bersajak "Andai buah itu jatuh ke pangkuan saya."


Hikmah:
Ayo berbagi. Karena dengan berbagai, hatimu akan merasa bahagia.


Sunday, 1 May 2011

Bakteriologi Urine

21:08 0 Comments
Tri N. Susilawati, dr., MMed.

INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)

Yaitu suatu keadaan infeksi pada saluran kemih, mulai dari ginjal sampai ke uretra.

Normalnya saluran kemih itu steril, kecuali di bagian distal uretra. Soalnya kontak dengan dunia luar.

Kalo cowok, dunia luarnya adalah celana. Kalo cewek, kontak dunia luarnya dengan labia.

Pada cewek, kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih lebih banyak karena ukuran dan panjangnya uretra lebih pendek dibandingkan pria. Jadi kalo OUE-nya terkontaminasi dengan kuman akan cepat sekali naik ke saluran kemih.

Selain itu, penyebabnya juga karena lebih dekat dengan anus. Sehingga infeksi oleh kuman enteric juga lebih mungkin terjadi.

Untuk menentukan orang tersebut menderita ISK atau ga, digunakan kriteria kass.

Kriteria kass tergantung dengan cara pengambilan urinnya.

Kalo diambil dari urin pancar tengah: kalau > 100.000 CFU/ml dikatakan ISK

Kalo diambil dengan kateter: > 1.000 CFU/ml

Kalo aspirasi suprapubik: 1 saja ditemukan koloni kuman sudah dikatakan ISK

Mikroorganisme penyebab ISK

E.coli : yang paling banyak

Proteus

Klebsiella

Pseudomonas

Stafilokkokus : Yang paling sering justru Stafilokkokus saprofyticus

Streptokokus

Candida

Neisseria

Trichomonas vaginalis : uterinya meradang, tapi ga nyeri karena di uterus ga ada sarafnya.

Stafilokkokus

- S. Aureus : penyakit dengan range sangat lebar

- S. Epidermidis : menyebabkan koloni jika berkoloni di alat-alat yang dimasukkan ke dalam tubuh. Seperti kateter, pace marker. Sehingga menyebabkan proses inflamasi di tempat pemasangan.

- S. Saprofiticus : insidennya cukup banyak.

Neisseria gonorhoe: pipis seperti disilet, pus banyak. Pada wanita, gejalanya minimal (udema, eritema).

Candida: wanita justru manifest: gatal, keluar discharge, ruam-ruam. Pada laki-laki justru kurang bermakna.

Mekanisme infeksi

Common infection

Nosocomial infection

Sexual transmitted

Faktor pendukung insiden

Kateterisasi

Post partum : bisa jadi ISK karena persalinan normal otot-ototnya meregang. Setelah bayi keluar, m.sphincter-nya masih butuh waktu buat nutup. Saat inilah kemungkinan untuk terjadi infeksi sampai uterus bisa terjadi.

Selain itu bisa juga waktu kehamilan.

Gangguan mobilitas : mobilitas menurun, aliran darah menurun. Padahal sistem pertahanan tubuh ikut aliran darah. Kalo aliran darahnya ga baik, ‘pasukan’ untuk memerangi infeksi juga kurang baik.

Higiene sanitasi buruk : misal bayi yang tak segera diganti popok: bisa jadi ruam kulit, ISK, bakteri dari anus bisa ke sistem urinaria

Aktifitas sexual : misal honeymoon cystitis: peradangan cystitis pada wanita yang baru saja menikah. Bisa jadi karena infeksi atau gangguan fisiologis atau psikologis. Fisiologis misalnya otot-otot daerah vagina tidak berelaksasi saat berhubungan, atau karena nikah mudah sehinngga organnya belum siap.

Rumus untuk menghitung jumlah koloninya yaitu

Jumlah koloni yang ditemukan x jumlah sempel urine dijadikan dalam 1ml x pengenceran



Kesempatan Satu Kali

20:32 0 Comments

Di sebuah kata-kata untaian mutiara, banyak yang bilang begini "jangan sia-siakan kesempatan karena kesempatan tidak akan datang dua kali". Ya, benar. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan. Karena segala perbuatan sia-sia tentulah bukan perbuatan yang dikategorikan baik. Maka, benar pepatah itu yang mengharapkan kita untuk tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Tapi, bagi saya pribadi, ada yang mengganjal pada premi yang kedua yaitu kesempatan tidak akan datang dua kali. Hm..., benarkah kesempatan memang datang satu kali dan tidak akan datang dua kali? Rasanya tidak. Bukankah contohnya banyak sekali. Misal sedang mengikuti suatu perlombaan dan takdirnya adalah gagal. Tak jarang mereka berkata, "Tak apa, masih ada kesempatan yang lain." Hm..., kalau ada kesempatan yang lain, berarti kesempatan tidak datang 1 kali dong.

Tunggu dulu! Biasanya yang sudah terlanjur down dan sedih karena kalah akan cenderung berdalih dengan pepatah pertama, "Belum tentu ada kesempatan yang lain, kesempatan hanya datang satu kali. Satu kali, saat ini." Nah lo, pepatah itu menjadi bikin pesimis dong. Hm...

Menurut saya, kata kuncinya adalah di kata 'datang'. Anggap saja kesempatan itu adalah seorang tamu. Jika tamu itu datang ke rumah, syukur kalau bisa bertemu dengan kita. Tapi apakah besok dia akan bertamu lagi? Belum tentu. Boleh jadi beberapa hari kemudian dia akan bertamu ke rumah kita lagi. Tapi bisa jadi dia memilih bertamu ke orang lain dan lupa kalau kita juga berharap mendapatkan kunjungannya. Lantas bagaimana caranya agar kita bisa bertemu dengannya?

Kalau memang tamu itu tidak mau, tidak bisa, atau belum bisa menemui kita, maka satu-satunya cara adalah kita lah yang rela menemuinya. Bukankah memang begitu caranya biar bisa tetap bersua? Nah, demikian juga dengan kesempatan itu.

Kesempatan benar-benar cuma akan datang 1 kali jika kita sudah terlanjur pesimis karena kesempatan itu pergi. Tapi bertemu dengan kesempatan akan menjadi suatu hal yang bukan mustahil jika kita mau mencari-cari kesempatan. Bisa jadi karena kita getol mencari kesempatan itulah, tak dinanya kesempatan akan datang tiba-tiba.

So, saya ganti pepatah itu menjadi, "Jangan sia-siakan kesempatan, segera cari kesempatan itu agar ia tak hanya datang satu kali"



Saturday, 30 April 2011

Manusia Deadline

20:07 4 Comments

"Tugasnya dikumpulkan kapan ya?"
"Paling lambat kapan?"
"Deadlinenya kapan sih?"

Pertanyaan-pertanyaan di atas bukanlah hal yang asing lagi. Yup, deadline. Sebuah batas waktu.

Ketika seorang mahasiswa dihadapkan pada sebuah tugas dan kewajiban, pertanyaan yang mungkin tak akan terlupa adalah kapan deadlinenya. Lantas sikap setelah itu akan berbeda-beda. Sikap yang pertama adalah orang yang tak peduli dengan deadline itu dalam arti tetap segera menyelesaikan kewajibannya jauh-jauh hari. Sikap kedua adalah orang yang merasa tenang terlebih dahulu karena mungkin batas waktunya masih lama. Hingga nanti di ujung waktu, kata 'deadline' seakan benar-benar menjadi 'garis mati'.

Sebuah fenomena yang cukup unik. Terkadang mahasiswa dicap sebagai orang yang rajin. Bagaimana tidak, rela mengorbankan waktunya hingga tengah malam untuk mencari sumber tugas. Atau sudi meluangkan waktunya di pagi hari datang ke kampus untuk mencari contekan tugas. Orang yang melihat bisa terkagum-kagum. Rajin sekali mahasiswa ini. Membuat tugas sampai malam dan datang pagi buta ke kampus. Padahal siapa yang tahu kalau dia begitu karena dikejar waktu. Yup, si garis mati. Kalau sampai melewati garis, maka ia benar-benar mati.

Boleh jadi, waktu yang ada memang sempit, hingga terpaksa harus berjuang dengan bersimbah darah. Tapi jika ternyata jangka waktu yang diberikan sudah cukup panjang, mengapa sikap berkejar-kejaran dengan deadline tetap saja terjadi? Apakah sebuah 'pencicilan' tidak bisa dilakukan? Mungkinkah ini akan menjadi sifat dasar manusia? Semoga saja tidak.

Pernahkah Anda memikirkan bahwa hidup kita pun identik dengan tugas kampus dan deadline? Ada sebuah kewajiban yang harus kita tunaikan dalam hidup. Dan deadline kita benar-benar sebuah garis mati, saat tubuh sudah tak bernyawa lagi. Bedanya dengan tugas kampus, kita tau kapan deadline itu. Sedangkan untuk urusan hidup, siapa yang tau?

Bagusnya jika kita terbiasa menjadi orang kategori pertama, yang sudah biasa mencicil tugas sejak awal. Dalam menghadapi deadline sesungguhnya bekalnya pun sudah dipersiapkan sejak awal. Tapi bagaimana jika terbiasa bersantai dulu dan mengulur waktu hingga deadline itu dirasa sudah makin dekat. Akankah persiapan akan benar-benar matang di ujung waktu itu?

Mungkin itulah mengapa surau-surau, mushola, maupun masjid lebih penuh dengan generasi tua daripada generasi muda. Mungkin itu pula mengapa generasi muda lebih banyak lupa diri daripada generasi tua. Apakah ini manifestasi dari sikap santai dan menunda persiapan untuk menghadapi deadline? Karena merasa deadline hidup itu kelak di usia tua. Ya kalau memang begitu. Tapi, bagaimana jika ternyata esok hari sudah tidak lagi.

Ayo kawan. Janganlah puas menjadi manusia deadline. Manusia-manusia yang tuntas kewajibannya di garis batas waktu. Banyak persiapan yang harus segera dilakukan. Hanya dengan sikap tidak menunda-nunda waktu yang bisa diusahakan. Karena kita tak pernah tahu, kapan kita akan berdiri di depan garis mati.




PS:
Untuk teman-temanku yang dikejar deadline besok sore, ayo semangat. Beryukurlah, karena pak ketua bukan malaikat izrail.

*untuk kelompokku: hehe..., maaf ya. udah tau dikejar deadline masih sempet-sempetnya nulis blog. peace... ^^V

Jam Posting Bloger Wanita

00:48 4 Comments

Cukup terusik dengan judul di atas? Yup, jam posting untuk bloger wanita. Waduh, apa pula ini? Apa sekarang bloger punya undang-undang atau kode etik yang mengkhususkan wanita untuk posting di jam-jam tertentu? Hm..., tidak. Tentu saja tak ada aturan seperti itu. Saya hanya tertarik dengan sesuatu yang bagi saya agak mengusik ini.

Jika Anda mengunjungi suatu blog dan kemudian membaca postingannya, apa yang Anda perhatikan? Semata-mata hanya isi postingannya kah? Atau sampai ke komentar-komentarnya kah? Atau bisa jadi sampai ke hal-hal yang mungkin tidak terlalu penting untuk kita ketahui. Misalnya saja, hari dan jam postingan itu dibuat. Ada yang memperhatikan sampai sedetail itu?

Hm..baiklah, tidak perlu prolog panjang lebar. Ceritanya, suatu waktu saya menemukan sebuah blog yang cukup menarik. Kebetulan saya membaca komentar-komentar di bawah postingan itu. Pemilik blog adalah seorang wanita dan salah satu komentar itu datang dari seorang pria. Apa yang dikomentari? Kurang lebih di situ sang pria berkomentar "Mengapa posting dini hari? Bukankah lebih baik seorang wanita menjaga izzah (kehormatan)-nya dengan tidak memosting dini hari? Bukankah lebih baik jika saat-saat seperti ini digunakan untuk bermunajat pada Allah SWT dan bukannya berselancar di dunia maya?"

Sink..., sejujurnya saya terpana dengan komentar tersebut. Pertama, kenapa sang pria sebegitu detailnya memperhatikan jam posting segala. Dan tentunya yang kedua, isi dari komentarnya yang terasa begitu menohok.

Sebenarnya kalau dipikir-pikir, masalah jam posting ini bisa diakali. Tinggal pilih saja opsi entri dan ubah tanggal atau jamnya. Tentu pembaca tidak akan tahu kalau posting itu sebenarnya tidak dilakukan pada tanggal dan jam tersebut. Namun, isi komentar itu agaknya perlu kita renungkan.

Berselancar di dunia maya dini hari, memangnya salah? Oke, statement itu tidak sepenuhnya diterima dalam satu tahap pemikiran saja. Sekarang, bandingkan saja begini. Apa yang Anda pikirkan jika ada seorang wanita, tengah malam keluar dari rumahnya, pergi berjalan-jalan seorang diri dan menampakkan batang hidunya? Mungkin ada yang berpikir, oh si mbaknya baru aja pulang dari luar kota yang jam kedatangan pesawat/kereta/bus-nya memang tengah malam. Tapi, bisa jadi yang muncul adalah pikiran yang buruk, "Ngapain nih si mbak keluar malam-malam. Jangan-jangan..."

Nah, sekarang kita kembalikan lagi ke masalah dunia maya. Bukankah berselancar di dunia maya dengan mengunjungi web demi web atau membuka situs jejaring social bisa diidentikkan dengan jalan-jalan keluar rumah? Istilahnya saja blogwalking. Berarti memang 'jalan-jalan' kan. Lalu, bukankah membuat postingan atau update status di tengah malam juga bisa diidentikkan dengan menampakkan batang hidungnya ke masyarakat luas di tengah malam? Toh, orang lain sama-sama tahu kalau dia masih terjaga dan sedang 'aktif' di tengah malam. Kalau dipikir-pikir, bukankah analoginya sama?

So, kiranya pantas jika sang pria mengomentari jam posting wanita tersebut. Jadi, akankah ada stigma buruk bagi blogger wanita yang membuat postingan tengah malam? Entahlah...




PS: Nekat ditulis di tengah malam saat terpaksa terjaga demi mengahajar tugas karena sudah teramat rindu menulis blog.


Retensi Urine dan Anuria

00:28 4 Comments
Anuria itu artinya ga bisa kencing.
Ada 2 penyebab:
- Ginjal tidak bisa memproduksi kencing
- Ginjal memproduksi kencing, tapi ada masalah di uretra.

Kalo retensi urine, sama-sama ga bisa kencing tapi penyebabnya dari vesika urinarianya yang ga bisa keluar.
Jadi, ginjal udah memproduksi, uretra juga udah menyalurkan. Tapi vesika urinarianya yang bandel.

Cara buat bedain mana kasus anuria atau retensi urine dengan 2 cara:
- anamnesis pasien ngrasa pingin kencing apa ga. Kalo iya, berarti retensi urine.
- pada palpasi, cek vesika urinarianya penuh atau ga. Kalau iya, berarti retensi urine.

Ga bisa kencing itu ada banyak penyebabnya.
1. Gangguan di orifisum uretra interna.
Misalnya ada penyempitan.
2. OUE ada stenosis atau ga. Terapinya ntar dengan disobek.
3. Kelainan uretra
a. Penyempitan uretra (stricture urethra)
b. Ada batu pada uretra menyebabkan obstruksi.
4. Kelainan organ prostat.
Bisa jinaka kayak BPH, atau suatu keganasan.
(jinak BPH. Keganasan prostat)
5. Kelainan dari buli-buli
o batu pada buli-buli.
o Tumor pada buli-buli.
6. Trigonum vesicae menutup.
7. Kelainan otot detrusor

Tumor yang ada di sebelah anterior menyebabkan anuria. Mekanismenya bisa karena terjadi clotting (penjendalan) shg ga bisa keluar.

Otot detrusor dipengaruhi oleh beberapa hal:
1. Riwayat kencing manis. Mempengaruhi kontraksi otot detrusor
2. Riwayat batuk lama/paru menyebabkan penurunan kontraksi
3. Riwayat stroke
4. Riwayat trauma pada tulang belakang. Hubungannya dengan persarafan. Karena otot detrusor dipengaruhi dari s2-s4.

Otot detrusor itu persarafannya sama dengan musculus sphincter ani. Sehingga untuk cek m.detruor dapat diperiksa dengan reflex bulbouretralis.

Terapi ga bisa kencing dengan pasang kateter per uretra. Tapi kalo ada batu pada uretra/ stricture uretra ga bisa dilakukan kateter per urtera.
Jadi, lakukan pengeluaran urine dari buli-buli (kateter suprapubik)

Pemasangan kateter ini sangat diabntu sama m.sphincter uretra eksterna. Dia bisa dikendalikan. Trus jadinya berkontraksi. Jadi waktu kateter itu mau masuk, m.sphincter uretra eksterna ini bisa mengenali dan berkontraksi sehingga membantu pemasangan kateter.

Trus bedain lagi kelainan yang di prostat sama di uretra.
Kalo di uretra, kencing deras dan aliran kecilnya
Kalo di prostat, alirannya lemah

Obat yang bisa digunakan contohnya beta bloker. Fungsinya biar dibikin kendor. Sehingga mengalami pelebaran.