Follow Us @soratemplates

Sunday, 12 April 2020

Ramadhan di Rumah

02:13 2 Comments
Bismillah
Berikut adalah rancangan mini project sebagai salah satu syarat lulus orientasi komunitas Ibu Profeaional.

Judul

Ramadhan di Rumah

Deskripsi Project

Biasanya Ramadhan identik dengan euforia menghabiskan waktu dengan ibadah di masjid. Namun karena efek pandemi CoVID-19 mau tak mau Ramadhan kali ini harus di rumah saja. Perlu ada rencana kegiatan sebagai pengganti aktivitas di masjid. Meski di rumah, harapannya kuantitas dan kualitas ibadah tidak jauh berbeda dengan saat di masjid.

Rencana kegiatan:
  • Sahur bersama
  • Jama'ah subuh dan murojaah hafalan anak
  • Ngabuburit dengan kisah nabi dan sahabat
  • Buka bersama
  • Tarawih dan tadarus 1 juz

Kebutuhan/Susunan Tim

Papi sebagai imam,  mami sebagai manajer dan PJ ngabuburit, anak-anak sebagai peserta

Sasaran

Seluruh anggota keluarga

Waktu

Selama bulan Ramadhan

Tempat

Di rumah saja

Estimasi Dana

Include dengan pengeluaran bulanan untuk makan.

Parameter Keberhasilan

  • Anak memiliki pengalaman bangun dini hari untuk sahur
  • Sholat berjamaah di rumah lima waktu
  • Anak masih mengingat hafalan juz 30 dan 29
  • Mami menambah hafalan juz 29
  • Mengkhatamkan buku tentang kisah nabi dan sahabat
  • Khatam tilawah alquran 30juz bersama

Sunday, 26 January 2020

Merapikan Kamar

00:13 0 Comments


Bismillah
Masuk klaster 3 tentang kamar dan ruangan lainnya

Tugas kali ini adalah terkait dengan berbenah kamar tidur dan ruangan lainnya.

1⃣ Ceritakan pengalaman berbenah kamar tidur dan ruangan lainnya yang sudah dikerjakan. Jawab pertanyaan di bawah ini:

A. Apa saja ruangan yang ada di rumah?
Kamar tidur kami+anak, kamar mertua, kamar kakak ipar sekaligus kamar tamu, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, ruang makan, kamar mandi, ruang kerja/kantor.

B. Apa saja hambatan dalam berbenah kamar tidur atau ruangan lainnya?
Kendala di kamar tidur adalah karena kamar kami masih menjadi satu dengan anak. Beberapa mainan anak masih masuk ke kamar tidur. Termasuk barang yang sudah ditata pun lebih cepat berantakan lagi karena anak sering beraktivitas di kamar.
Untuk ruang keluarga hambatannya adalah beberapa barang diletakkan begitu saja di mana, yang mana itu bukan barang saya. Jadi untuk merapikan pun agak kesulitan.
Begitu juga untuk ruang TV yang saat ini justru beralih fungsi sebagai ruang serva guna. Mainan anak tipe ride on dan galon-galon diletakkan di sana karena memang belum ada tempat lain. Agak kesulitan untuk merapikan bagian ini.

C. Sebutkan ruangan yang paling mudah dan yang paling sulit dibenahi? Mengapa?
Paling mudah adalah ruang tamu dan kantor karena barangnya sedikit dan lebih mudah dikondisikan dari jangkauan anak-anak.
Paling sulit adalah ruang serba guna karena memang barang-barang di sana belum menemukan tempat lain yang lebih layak.

2⃣ Adakah perubahan yang dirasakan setelah membenahi kamar tidur dan ruangan lainnya? Bagaimana perbedaannya?
Alhamdulillah terasa lebih lega. Semula alat ibadah hanya kami letakkan di meja. Dampaknya jadi mudah berantakan karena dipakai dan diletakkan kembali sekenanya. Tapi setelah diberi tempat jadi lebih rapi.


Begitu juga bagian atas lemari yang sering beralih fungsi untuk meletakkan apapun. Setelah dirapikan dan disediakan tempat menjadi lebih tertata dan mudah untuk mencari benda-benda.


Saturday, 25 January 2020

Mempercantik Kamar Mandi

23:56 0 Comments


Bismillah..
Menyelesaiakan berbenah yang belum usai.

Tugas kali ini adalah terkait dengan berbenah kamar mandi dan toiletries.

1⃣ Ceritakan pengalaman berbenah kamar mandi dan toiletries yang sudah dikerjakan. Jawab pertanyaan di bawah ini:

A. Seperti apa gambaran kamar mandi ideal yang diidamkan? Apakah sudah tercapai?
Alhamdulillah karena kamar mandi terhitung masih baru kurang lebih 6 bulan pasca renovasi, kondisi kamar mandi idaman sudah tercapai. Kriteria kami adalah kamar mandi yang bersih, nyaman, segar, tidak bau.

B. Apa saja hambatan dalam berbenah kamar mandi dan toiletries?
Sejauh ini tidak ada hambatan saat berbenah karena sejak awal pascarenovasi memang sudah ditata. Kendala mungkin lebih ke faktor kandungan air yang sifatnya cukup 'merusak' alat mandi.

C. Apakah ada dari checklist RASA yang belum terpenuhi? Sebutkan dan bagaimana solusi untuk hal tersebut?
Yang belum terpenuhi mungkin faktor kualitas air sehingga selang air cepat korosif. Solusi sampai saat ini sekedar mengelap, tapi belum signifikan.
Selain itu bahan-bahan pembersih kamar mandi masih menggunakan bahan kimia. Saat ini dalam proses untuk beralih ke yang alami.

D. Bagaimana kebiasaan yang selama ini dikerjakan dalam rangka menjaga kerapian kamar mandi & toiletries?
Kebiasan rutin semua anggota keluarga adalah meletakkan kembali alat mandi setelah dipakai. Tiap pagi jendela kamar mandi dibuka sehingga sirkulasi udara baik dan segar. Untuk membersihkan lantai dan kloset maksimal seminggu sekali.





Sunday, 15 December 2019

Melepas Kenangan

22:26 0 Comments


Bismillah...

Sesuatu yang membawa kenangan kadangkala menyesakkan dan memenuhi ruangan. Kali ini mulai belajar untuk melepas benda kenangan.

1⃣ Ceritakan pengalaman berbenah benda kenangan yang sudah dikerjakan. Jawab pertanyaan di bawah ini:

A. Apa saja benda kenangan yang dimiliki?
Di setiap kategori ternyata saya menyimpan barang kenangan. Di klaster pakaian, saya menyimpan pakaian almarhumah ibu, baju seragam/pemberian keluarga, dan baju pengantin.
Di klaster buku, saya menyimpan buku-buku dan majalah yang memuat karya-karya saya. Di klaster dapur, saya menyimpan kado-kado nikah berupa perlengkapan dapur yang bahkan belum pernah dipakai. Di klaster dokumen dan kertas, saya menyimpan kertas-kertas kontemplasi saya yang berisi planning atau resolusi-resolusi tiap tahunnya.
Memang menurut kategori saya termasuk tipe sentimentil dalam hal cluttering, sehingga tanpa sadar ada banyak barang kenangan yang mungkin membuat clutter.

B. Apa saja hambatan dalam berbenah benda kenangan? 
Hambatan dalam berbenah benda kenangan adalah masih ada rasa tidak rela untuk melepas benda-benda tersebut. Untuk mengantisipasinya sementara ini saya menyediakan 'rumah' untuk masing-masing benda kenangan tersebut sesuai dengan kategorinya. Harapannya dapat segera dipilah sesuai tenggat waktunya.

C. Bagaimana proses memilahnya? Adakah kriteria seleksi tambahan? Seperti apa kriteria seleksi yang digunakan?
Untuk memilahnya saya memakai kriteria apakah saya sudah rela benda tersebut berpindah tangan. Jika memang sudha tidak menjadi milik saya, apakah kira-kira saya akan mencarinya lagi kelak. Kriteria yang lain yaitu apakah benda tersebut masih benar-benar bermanfaat bagi saya.

D. Apakah yang menjadi faktor pemberat dalam melepaskan benda kenangan yang dimiliki?
Yang menjadi faktor pemberat adalah karena benda itu menjadi moment sekali seumur hidup, peninggalan almarhumah, atau pemberian keluarga yang masih merasa tidak enak hati jika diberikan kepada orang lain. Untuk kado-kado masih berat karena berharap barangkali bisa dijadikan kado untuk orang lain lagi, meskipun sayangnya sejak beberapa tahun yang lalu tetap saja belum habis.

E. Bagaimana cara menata dan menyimpan benda kenangan?
Untuk baju pengantin saya simpan dalam box hantaran. Untuk kado-kado disimpan dalam rak etalase kaca. Buku atau majalah karya saya masuk di etalase buku. Sedangkan baju almarhumah ibu sementara ini masih dimasukkan dalam kategori pakaian yang ditangguhkan, dengan jangka waktu tertentu insya Allah akan segera disortir.



Menyimpan Dokumen dan Kertas

21:37 0 Comments


Bismillah...

Tugas menyimpan dokumen dan kertas ini seharusnya dikerjakan minggu lalu. Namun karena ada sedikit halangan, terpaksa baru malam ini dikumpulkan.

1. Ceritakan pengalaman berbenah dokumen dan kertas yang sudah dikerjakan. Jawab pertanyaan di bawah ini:
A. Bagaimana pembagian kategori dokumen dan kertas yang dimiliki di rumah?

Untuk kategori dokumen milik saya pribadi, saya simpan di dalam map dan diletakkan di etalase. Untuk dokumen yang sifatnya bersama, seperti kartu keluarga, dll diletakkan di dalam koper berkas-berkas.



B. Apa saja hambatan dan kesulitan dalam menata dokumen dan kertas? Bila ada, strategi apa yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut.

Alhamdulillah tidak terlalu banyak hambatan. Kendala yang muncul adalah kertas-kertas yang belum dikategorikan. Solusi yang dilakukan adalah membelikan wadah untuk memilah kertas berdasarkan kategorinya.



C. Bagaimana proses memilahnya? Adakah kriteria seleksi tambahan? Seperti apa kriteria seleksi yang digunakan?

Untuk proses memilah dibedakan berdasarkan kepentingannya. Dokumen proyek suami dikelompokkan sesuai proyeknya masing-masing. Dokumen milik saya atau anak atau suami juga dipisahkan menurut kepemilikan masing-masing.

Sunday, 1 December 2019

Memilah Mainan

21:59 0 Comments


Bismillah.. Akhirnya lanjut lagi ke klaster kedua. Tema pertama kali ini adalah berbenah mainan.

Ceritakan pengalaman berbenah mainan yang sudah dikerjakan. Jawab pertanyaan di bawah ini:

A. Bagaimana respon anak saat tahu mainannya akan dibenahi?

Alhamdulillah anak sangat bersemangat diajak berbenah. Begitu saya memberi tahu kalau akan merapikan mainannya, dia langsung mengajak untuk merapikan saat itu juga. Meskipun versi rapi ala dia masih seadanya, keesokan harinya saya tinggal sedikit memberikan sentuhan terakhir saja.

B. Apa saja hambatan dalam berbenah mainan? Adakah kesulitan dalam menata mainan? Bila ada, strategi apa yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut.

Kendala berbenah kemarin adalah ketika menyortir mainan. Beberapa mainan sebenarnya sudah rusak (contoh motor-motoran yang sudah hilang rodanya, kereta api yang sudah tidak bisa dipasang baterainya, dll) tapi anak masih suka dengan mainan itu. Jadi ketika saya ingin menyisihkan mainan itu masih tidak diperkenankan oleh anak.
Yang saya lakukan adalah membiarkan. Selama dia masih mau memainkannya dan tidak berbahaya maka saya biarkan saja.

Kendala dalam menata ada pada mainan-mainan ride on yang ukurannya besar. Seperti sepeda, ekskavator, truck, kuda-kudaan dll. Jumlahnya cukup lumayan memakan tempat. Kondisinya masih bagus dan setiap hari dimainkan anak. Sekalipun memakan tempat belum bisa dimasukkan dalam kategori mainan yang disingkirkan. Solusinya untuk sementara ini 'diparkir' di ruang serba guna.

C. Bagaimana proses memilahnya? Adakah kriteria seleksi tambahan? Seperti apa kriteria seleksi yang digunakan?

Untuk memilah mainan pertama kali berdasarkan mainan rusak atau masih bagus. Kriteria kedua adalah mainan yang masih mau dipakai atau tidak. Jadi sekalipun rusak tapi masih mau dilakai tetap disimpan. Sebaliknya jika tidak rusak tetapi sudah tidak ingin dimainkan masuk ke kategori disisihkan.

Dan inilah hasil berbenah sederhana kami. Ternyata hanya segini saja.. 😊



Sunday, 24 November 2019

Membersihkan Dapur (Bagian 2)

22:23 0 Comments


Bismillahirrahmanirrahim...

Minggu ini melanjutkan kembali berbenah edisi dapur. Di minggu ini fokus pada kulkas, pantry, dan meja makan. Sayangnya minggu ini saya kurang maksimal, beberapa spot belum selesai saya bersihkan. Insya Allah jadi PR saya untuk minggu-minggu depan.

1. Benahi kulkas dan pantry Anda (lokasi penyimpan makanan yang tidak menggunakan kulkas) kemudian cek berapa kebutuhan harian atau konversi kedalam kebutuhan pekanan dan bulanan. Evaluasi apakah sudah sesuai dengan anggaran. Evaluasi juga apakah ada foodwaste di dapur (minimal 3 hari peninjauan) dan tentukan langkah apakah ke depan membuat perencanaan terhadap belanja bahan makanan (food preparation) ataukah tidak. Berikan alasannya.

Poin ini sulit saya kerjakan. Berhubung tinggal dengan mertua, urusan belanja makanan beserta urusan menu makan masih menjadi wewenang mertua. Terkait anggaran pun saya tak ikut ambil bagian. Sebenarnya jika dievaluasi, ada food waste yang bisa dicegah. Namun saya pribadi masih sungkan untuk melakukan tindakan. Sejauh ini kami sebatas membersihkan, dan memang jika ada bahan masakan yang sudah tidak layak maka langsung alih fungsi jadi pakan ayam.

Untuk food prep pun masih sulit dilakukan. Pertama karena belanja sayur dll dilakukan mertua. Otomatis beliau juga yang meletakkan di kulkas dan pantry. Jika dipindah, khawatir menyulitkan beliau saat mencari. Pernah pula mencoba untuk ditata, tapi kembali lagi berantakan dan asal taruh.

Mungkin solusinya adalah saya yang harus meluangkan waktu lebih sering untuk membersihkan dan menata. Sekalipun tidak ala-ala foodprep, setidaknya tetap bersih dan tidak terlalu berantakan. Insya Allah

Di minggu ini saya hanya berhasil merapikan pantry dan meja makan. Untuk kulkas baru separuh bagian. Pun dengan pantry tempat bahan masakan kering belum sempat untuk dibersihkan.


Ini adalah meja makan yang memang langsung bersebelahan dengan pantry makanan. Meja makan diusahakan selalu kosong karena lauk dll dimasukkan ke etalase kaca paling bawah. Di rak atasnya untuk tempat makanan camilan dan minuman-minuman sachet. Untuk minuman dengan ukuran botol tinggi seperti sirup dan madu ditempatkan di paling bawah. Begitu juga susu untuk anak-anak ditaruh di paling bawah agar lebih praktis karena berkali-kali dibutuhkan dalam sehari.

2. Tulis kebiasaan baik terkait berbenah rutin dapur yang akan Anda lakukan (Harian, Mingguan, Bulanan).

Untuk berbenah dapur harian minimal adalah menyapu, mengelap/mengepel, dan merapikan area cuci piring. Terkait membuang sampah dan menyortir sampah organik/anorganik untuk bahan pakan ayam biasanya dilakukan oleh mertua.

Untuk berbenah mingguan insya Allah menyortir bahan masakan dan makanan untuk meminimilasasi food waste. Area yang difokuskan adalah pantry makanan matang, rak bumbu, dan kulkas.

Untuk berbenah bulanan insya Allah melakukan deep cleaning kulkas dengan mencuci dan membersihkan semua bagian-bagian kulkas, serta merapikan pantry bahan makanan mentah/kering sambil mengecek masa kadaluarsa.