Follow Us @soratemplates

Friday, 27 November 2020

Es Krim (Tantangan Bunda Sayang Zona Gaya Belajar dan Kreativitas)

20:08 0 Comments

 


"Mi..., jangan diberesin dulu ya, aku baru bikin es krim," teriak Kakak A siang tadi tepat ketika saya masuk rumah pulang dari praktik.


Dalam hati saya bertanya-tanya. Es krim apaan nih. Apa dia baru bikin susu lalu dimasukkan cetakan agar-agar dan dimasukkan freezer? 


Setelah saya membersihkan diri, barulah saya tengok Kakak A yang masih asyik sendiri di teras. Ternyata dia membuat "es krim" dari pasir. 


"Aku baru jualan es krim," kata Kakak A. Pembelinya siapa lagi kalau bukan Adik Z. Ternyata mereka sedang role play. Adik Z membeli dari luar tembok teras. Lalu Kakak A menyiapkan es krimnya.


Ya, memang tema pasir sepertinya tidak usai dimainkan Kakak A. Dia mengambil sedikit pasir lalu memasukkan ke cetakan. Setelah itu di atasnya ditaburi kerikil. Ketika saya tanya, ternyata kerikil itu pura-pura sebagai chococipnya. Masya Allah...


Simpel sih, tapi poin kreativitas kena di sini. Poin menemukan tampilan es krim yang 'sedap' juga bisa walaupun memang bukan itu tujuannya. Pun mereka mengenal sedikit adab-adab berniaga. Alhamdulillah...


#harike2

#tantangan15hari

#zona4gayabelajarstimulasikreativitas

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia


Thursday, 26 November 2020

Cacing....! (Tantangan Bunda Sayang Mengamati Gaya Belajar dan Kreativitas)

16:48 0 Comments



Tadi siang saat Kakak A dan Adik Z bermain pasir tiba-tiba mereka berteriak, "Ada cacing...!" Alih-alih menangis atau lari, kedua anak ini justru asyik mengamati. Kebetulan ada anak tetangga juga yang sudah usia SD. Kakak A dan Adik Z pun seolah terfasilitasi mengobservasi bersama, sedangkan saya lagi-lagi hanya mengamati dari teras hehe.


Mereka mengambil ranting pohon yang jatuh, lalu dengan ranting itu mengangkat si cacing. Bukannya dibunuh dengan diinjak atau dipukul batu, mereka justru terpikirkan, "Ayo dikubur aja!" Buru-buru Kakak A mengeruk pasir menyiapkan liang lahat. Adik Z cuma melihat saja sambil geli-geli jijik. Begitu siap, tetangga memasukkan cacing itu dan mereka menutup kembali dengan tanah.


Tak berapa lama, ternyata mereka menemukan cacing lain lagi. Kakak A segera mengambil peralatan main pasirnya. Truk, excavator, sekop, semua dibawa. Mau mencari cacing katanya. Anak tetangga mengambil segayung air dari rumahnya dan membasahi pasirnya. Mereka lanjut mengeskplorasi lagi.


Sungguh, kalau saya tidak 'menahan diri' mungkin refleks yang muncul adalah menghardik untuk jangan main cacing. Tapi, kali ini saya mengalah. Dari spontanitas tadi poin intelectual curiosity mereka tentang cacing ternyata dapat. Poin creative imagination dengan memakai rantaing untuk memegang cacing juga kena. Art of discovery dengan semangat penasaran mencari cacing lagi juga dapet. Bahkan noble of attitude dimana cacing jangan dipukul tapi dikubur juga kena.


MaasyaAllah... Hanya dengan saya bersabar dan mengalah ternyata binar mata mereka terpancar nyata. Tabaarakallah Nak, silakan kalian belajar dengan bahagia, dengan cara yang kalian suka.


#harike1

#tantangan15hari

#zona4gayabelajarstimulasikreativitas

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia


Wednesday, 25 November 2020

Menerima Keunikan Belajar

09:39 0 Comments


Bismillah zona 4 dimulai!


Kali ini kami diajak untuk mendukung gaya belajar anak. Bagaimana kami bisa mengamati gaya belajarnya, menerima keunikannya tanpa melupakan esensi atau tujuan dari proses belajarnya.


Saat menyimak materi kemarin, saya jadi teringat buku Jenius Kreatif karya Tony Buzan yang saya baca awal tahun lalu. Diri kita ini kreatif, tetapi karena tidak dipahami maka matilah jiwa kreatif kita hingga dewasa.


So, di zona ini saya mencoba mindfullness kembali prinsip menerima segala 'kreativitas' anak. Karena sejujurnya pasti adaaa saja hal unik yang dilakukannya. Hanya saja hal unik itu kadang ditanggapi dengan hardikan, "Jangan aneh-aneh!"


Fyuh.. Let's start the game!


Thursday, 12 November 2020

Berlatih Kempo

17:31 0 Comments



Fyuh, terlambat menjurnal lagi dan kemudian turun drastis konsistensinya. Haha.. Baiklah taraf minimal dulu saja ya setidaknya.


Kegiatan ini sebenarnya dilakukan hari Ahad kemarin. Sudah satu bulan papi tidak latihan kempo. Mumpung longgar, agenda latihan kempo pun dilaksanakan. Karena saya kebetulan tidak ada acara, maka kami sekeluarga ikut serta.


Berhubung Kakak A sudah punya dogi, dia pun semangat sekali sejak pagi. Adik Z yang biasanya ditinggal pun ikut semangat karena tahu akan diajak kempo.


Saat sampai di dojo, Kakak A langsung bergabung bersama papi, sedangkan saya dan Adik Z menonton saja di tepi sambil ngemil. Haha.. Ketika Sensei datang, Sensei menggoda Kak A kenapa lama tidak latihan. Padahal kalau latihan itu keren dan kalau pakai dogi terlihat gagah. 


Kak A dikerjai Sensei diminta menanyai adik di pinggir lapangan, Kakak A gagah atau tidak? Haha mana paham adiknya. Langsung saja saya jawab gagah sambil mengacungkan jempol.


MasyaAllah tabaarakallah.. Sepele sih, walaupun dia kesal karena dikerjai tapi ternyata berefek. Hari Selasanya Kak A minta untuk berangkat kempo.


Alhamdulillah hari Ahad kemarin kami sekeluarga bahagia 100%




Friday, 6 November 2020

Setumnya Datang

23:05 0 Comments




Buat anak-anak pecinta segala macam alat berat, menjumpai satu kendaraan baru itu sangat menyenangkan. Kakak A dan Adik Z salah satunya (eh salah duanya haha). Excitednya melebihi rasa bahagia mereka bermain pasir dan air.

Kebetulan jalan di depan rumah sedang diaspal. Beberapa minggu lalu sudah proses meratakan kerikil dan pasir. That's why ada sisa pasir dan kerikil di depan rumah yang biasa dimainkan anak-anak tiap hari. Nah, hari ini prosesnya berlanjut, yaitu menutup kerikil itu dengan aspal hingga terlihat halus.

Sejak siang, anak-anak sudah tahu bahwa ada setum dan mesin aspal di gang sebelah. Means, jalan di depan rumah bakal kebagian juga. Ga taunya baru kesampaian bada isya.

Anak-anak tentu saja antusias melihat, tak peduli gimana bau aspal menyengat. Ketika petugas menyiram-nyiram air, Kakak A ikut-ikutan menyemprot air di bagian pinggir. Dia mengamati proseanya. Begitu selesai, anak-anak naik ke atas setum berkali-kali. 

Bisa dibilang ini adalah momen langka. Anak jadi kenal alat berat pembuat aspal, tahu proses mengaspal jalan, pun kenal profesi lain dari alat berat yang tidak melulu tentang bangunan.

Meskipun sederhana tetap bisa diambil sisi pelajarannya. Alhamdulillah bahagia 


Thursday, 5 November 2020

Let's Sing A Song

23:05 0 Comments



Sejak beberapa hari lalu mengajak fampro Kakak A dan Adik Z, saya memasukkan bernyanyi sebagai salah satu pemantik fitrah estetika. Ternyata duo bocil ini ketagihan. Mulai dari lagu Bengawan Solo, sampai lagu-lagu islami jaman saya masih anak-anak dulu sengaja saya kenalkan. MasyaAllah mereka tertarik untuk ikut menyanyi juga.


Tadi siang iseng-iseng saya cari lirik lagunya di google. Eh ternyata ada yang upload lagunya di youtube. Jadilah saya menunjukkan ke duo krucils dan mereka hepi. 


Saat menceritakan tentang hujan kemarin, saya menyanyi lagu Allah Turunkan Hujan. Waktu membahas Allah yang menciptakan tumbuhan, saya menyanyikan lagu Allah Maha Pencipta. 


Kebetulan Kakak A hari-hari terakhir ini lagi suka bercanda ngomong sesuatu lalu diikuti kalimat "Tapi boong". Akhirnya saya nyanyikan lagu Berbohong Itu Dosa. Pun ketika Kak A usil atau rebutan sama Adik Z, saya nyanyi lagu Sombong Bingbong. Haha udah kayak Syaiful Jamil lah dikit-dikit nyanyi. Ups..


Sampai menjelang tidur inipun anak-anak masih nagih, ayo nyanyi lagi. Sepertinya sih mereka happy. Pun saya, Alhamdulillah jadi bahagia juga. Mudah-mudahan dengan project ini bisa menjadi sarana menumbuhkan estetika dari keindahan nada sekaligus menumbuhkan binar antusias mengenal Rabbnya. InsyaAllah.


Yang penasaran sama lagunya, gugling aja ya. Hehe



#Tantangan15Hari 

#harike8

#zonacerdasemosionaldanspiritual

#bentangpetualang

#petualanganbahagia

#institutibuprofesional 

#familyproject

#sahabatterbaik


Babat Habis Buku Baru

02:37 0 Comments



Hwa...


Tantangan zona ini gagal lagi. Saya sadar banget hari ketujuh ini capek sekali. Dan benarlah, saya ketiduran sampai terlewat jam malam. Fyuh... Tapi okelah, toh bukan itu poinnya, bukan mengejar 15 hari tanpa rapel, tapi bagaimana nikmatnya diri ini berproses. 


Bismillah tetap semangat, daripada kayak zona kemarin yang terus hopeless dan asal-asalan mengerjakan jurnal. Ujung-ujungnya nyesel karena ga sekalian update di blog.


Baiklah, cukup aliran rasanya. Hari ini (eh kemarin sih ya itungannya) sebenarnya saya pun belum fokus main air dan pasir. Sepertinya karena kendala weekday, jadi jam main pun terbatas. Hm..., balada emak-emak ranah publik. Tapi Alhamdulillah hari ini tetap berkegiatan bareng duo krucils.


Ceritanya di sore hari sebelumnya, paket buku bacaan yang saya pesan sudah datang. Berhubung saya keburu praktik sore dan sepulang praktik anak-anak sudah mengantuk, alhasil buku-buku itu belum dibaca. Barulah pagi setelah bangun tidur itu anak-anak menagih dibacakan buku. Lumayan juga membacakan enam buku dalam satu paket masing-masing 20-an halaman. Lumayan bikin serak dan haus haha.


Simple sih kegiatannya, tapi saya sangat menikmati proses membacakan buku dengan duo bocil di kanan kiri. Di saat-saat itu saya pribadi yang merasa bahwa saya sedang menjadi sahabat mereka. Semoga saja begitu pula yang mereka rasakan. Aamiin...


Alhamdulillah 100% bahagia (meski berkurang 10% karena telat uploadnya haha)



#Tantangan15Hari 

#harike7

#zonacerdasemosionaldanspiritual

#bentangpetualang

#petualanganbahagia

#institutibuprofesional 

#familyproject

#sahabatterbaik