Follow Us @soratemplates

Saturday, 16 October 2010

Lilin Kecil

00:43 0 Comments

Hei, kau lilin kecil...!!!
Aku bertanya padamu..!

Sampai kapan kau akan menjadi lilin?
Yang rela menerangi sekitarmu
Tapi meluluhlantakkan ragamu

Sampai kapan kau menjadi lilin kecil?
Yang kobaran apimu lemah terbuai angin
Meliuk kiri kanan
Tak berpendirian

Sampai kapan kau menjadi lilin?
Yang hampir kadaluarsa
Kalah dengan penerangan canggih lainnya
Sedang manusia hanya mencarimu
Saat canggih terbentur kendala

Hei, kau lilin kecil...!!!
Sampai kapan...???
Jawab...!

Biarlah...
Aku bangga menjadi lilin kecil
Karena aku paling romantis
Dalam candlelight dinner yang terkasih

Aku bahagia menjadi lilin kecil
Yang selalu setia menanti
Meski manusia hanya mencariku kala lampu mati

Tak mengapa
Karena aku istimewa
Dibanding penerangan lainnya




Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Wednesday, 13 October 2010

Epilepsi

00:31 0 Comments

dr.Agus Sudomo,Sp.S(K)


Epilepsy yaitu sign and symptom dari gangguan fungsi otak yg terjadi berulang karena lepas muatan listrik yang abnormal secara paroksismal.

Paroksismal itu artinnya berlebihan, mendadak, tidak teraratur, dan berhenti spontan.


Kalo bangkitan epilepsy yaitu manifestasi klinis yang berulang dan paroksismal.

Bangkitan epilepsy bukan merupakan penyakit akut otak maksudnya kejang yang terjadi tidak diprovokasi oleh suatu penyakit seperti radang otak atau hiperglikemi.

Soalnya pada keadaan radang memang kadang ditemukan kejang-kejang. Tapi itu bukan epilepsy.

Intinya, kalo epilepsy itu harus ada syarat spontan, paroksismal, dan berhenti mendadak.


Epidemiologi

Terbanyak pada awal dan akhir kehidupan. Kenapa? Karena di awal kehidupan otak masih dalam masa perkembangan sehingga sangat rentan terhadap rangsangan/iritasi.

Gitu juga kalo udah tua. Otak udah mengalami degenerasi sehingga mudah terkena iritasi juga.


Penyebab

- Hypoksia : pada bayi yang di rahim telilit tali pusat

- Kena benturan

- Ada pus karena radang, iritasi

- Perdarahan di otak

- Genetic

- Penggunaan pestisida

- Obat-obatan

- Alcohol


Klasifikasi

Menurut bangkitannya dibedakan jadi

1. Epilepsi fokal

Letak terjadinya itu fokal (di otak) misalkan di korteks cerebri.

Soalnya epilepsy itu ga harus kejang.

Misalkan aja yg kena korteks bagian pengaturan penglihatan (hayo…, area broadman berapa? ^^), maka pasien ngrasa kalau dia melihat sejuta bintang.

Gitu juga dengan letak di korteks lainnya.

2. Epilepsi umum

Letaknya lebih luas di hemisphere otak.


EPILEPSI

1. Epilepsi partial

a. Sederhana: motorik, sensorik, autonomic, psikik

Maksudnya psikik ini misalnya terjadi gangguan di area lobus frontal yang depan yaitu pada bagian eksekutif sehingga terjadi gangguan pertimbangan, dll. (inget…broadman berapa??)

b. Komplek: sudah diikuti dengan gangguan kesadaran.

Kalo yg sederhana tadi belum ada gangguan kesadaran.

c. Umum Sekunder : gangguan umum yg merupakan kelanjutan dari gangguan parsial,

Bisa dari sederhana ke komplek dulu baru umum sekunder, atau dari sederhana langsung ke umum sekunder.

2. Gangguan primer

3. Tidak terklasifikasi


Bangkitan Parsial Sederhana

- Motoris: tiba-tiba mengangkat tangan tanpa tujuan jelas, bibir merot-merot

- Sensoris: kesemutan, perut terasa penuh, ngompol, tiba-tiba muntah, muka berkeringat mendadak trus tiba-tiba berhenti

- Otonom: mulut komat-kamit, tiba-tiba membuka kancing baju, bengong, jatuh trus tiba-tiba melakukan gerakan mengayuh sepeda


Bangkitan parsial komplek

- Mulai ada gangguan kesadaran

- Misal mendengar perintah yg sebenarnya ga ada seperti ‘bunuh tetanggamu’ trus dia membunuh. Padahal ga ada perintah itu dan dia melakukannya dalam keadaan ga sadar.

- Sindrom : biasanya karena faktor warisan


Bangkitan Umum sekunder

- Misal epilepsy kognitif

Contohnya gini, saat guru bilang “2+2=…”

Penderita masih mendengar, tapi dia lalu kehilangan kesadarannya.

Padahal saat itu gurunya melanjutkan dengan “=4, 3+3=6”

Dia baru mulai sadar ketika guru mulai bilang “6”

Jadinya, dia mengira 2+2=6


Bangkitan Umum Tonik Klonik

- Paling sering terjadi

- Terdiri dari fase tonik dan fase klonik

- Fase tonik : ngompol, ga sadar (selama skitar 10 menit)

- Fase klonik : kejang

- Fase flasid : lemes, bingung

EEG pada fase ini mendatar, tapi ga mati.

Ingat!!! Bangkitan epilepsy tidak menyebabkan kematian.


Diagnosis Epilepsi

1. Anamnesis : auto dan alloanamnesis

2. Pemeriksaan fisik

Kalo sering jatuh, pasti ada bekas luka di tubuhnya

Pemeriksaan neurologi utk cek epilepsy parsial

3. Pemeriksaan penunjang

CT dan MRI utk tau penyebabnya


EEG

Tidak harus dilakukan, hanya utk bantu diagnosis.

Misal secara klinis sudah ditentukan epilepsy tapi hasil EEGnya normal, tetep aja didiagnosis epilepsy.

Soalnya pada pemeriksaan EEG hanya dicek di 20 titik electrode, padahal bisa aja lesinya ga di 20 titik itu.


Sinkop

Gangguan kesadaran tapi bukan karena abnormalitas muatan listrik, tapi karena urang darah ke batang otak.

Misalnya: saat upacara trus pingsan.


Kejang Psikogenik

Tidak terjadi gangguan kesadaran tapi gejala mirip kayak epilepsy.

Biasanya karena emosi dan dia jatuhnya lihat-lihat situasi kondosi, misal di depan orang ramai atau di tempat enak, biar mendapat perhatian.



Silakan download di sini : Epilepsi

Friday, 1 October 2010

Pancasila Sakti

20:08 0 Comments
Hari ini hari kesaktian pancasila
Senyum tersungging bangga
Pancasilaku sakti...
Sedetik alis mengernyit bertanya
Pancasila sakti
Ibarat apa?

Lantas sebuah berita TV menampar
"Pancasila tak lagi bermakna"
Kurang ajar betul
Melecehkan dasar negara
Bukankah pancasila sakti?

Selepasnya aku menelan ludah

Ketuhanan Yang Maha Esa
Tetap saja di balik bencana terselip fenomena
Penyusupan paham agama
Kepercayaan sesat tetap menggema jua
Meski pemuka berteriak lantang menggaungkan fatwa

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Penggusuran tanah makam
Berkelitkah mereka
Kejenazahan yang adil dan beradab?

Persatuan Indonesia
Tak perlu lagi ditanya
Tetangga desa saja menyulutkan bara
Hanya demi suntingan gadis jelita
Apalagi gerakan separasi
Skeptis dengan bentangan geografis

Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Sayang, sang wakil kurang bijaksana
Permusyawaratan penuh hikmah menguap
Menyisakan kepala-kepala mendidih penuh interupsi
Melawan, menerjang kepala sidang
Bijakkah?

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dengan makna adil yang mana?
Sama rata jelas omong kosong
Tinggal hukum rimba
Hingga orang kecil harus mati terdesak demi memasuki istana
Naas...

Air mata menggenang untukmu, Indonesiaku
Malang nian
Pondasi sakti yang mendasari
Hanyalah ucapan mulut-mulut kecil di teriknya mentari senin pagi
Jutaan anakmu tak mengerti
Dasar ragamu yang terkikis
Sedang pondasi yang lapuk
Tak kan sanggup mendulang raga seutuhnya
Jangan salahkan jika kelak raga pun akan remuk

Tidak
Aku tak bermimpi kehancuran
Aku berkhayal tentang pancasila
Yang menjelma semakin sakti
Untuk menuntaskan masalah negeri ini
Akankah?
Pasti!
Bukankah pancasila sakti?

Thursday, 30 September 2010

Rumah Pincang

16:11 0 Comments



Sebuah rumah gadang nampak megah mendadak goyah
Satu sudut muka rumah kehilangan pemancang
Goncang
Kaki rumah pincang
Tiga pemancang lain mulai payah menopang

Dunia mencemooh tak peduli
Menganggap rumah gadang tetap mewah nan punya jati diri
Hanya sudi menengok tatapan muka
Tanpa melirik tiga pemancang tersisa
Yang mulai gemetar
Menahan hembusan angin yang tak kenal gentar

Pemancang muka berdiri mandiri
Bertahan agar rumah gadang tetap berdiri
Dua pemancang belakang hanya sanggup menemani
Sedikit menangkal jika angin nakal coba-coba mengguncang lagi

Hanya kuasa Tuhan yang menentukan
Rumah gadang memaksa berdiri dengan pemancang semula
Atau tiga pemancang membagi beban yang sama
Membentuk segitiga sama sisi
Toh dunia tak melirik ke arah kaki

Tiga pemancang mendamba keseimbangan
Merindu datangnya pemancang lama yang pergi sementara
Semoga rumah gadang kembali layaknya sedia kala
Meladeni dunia yang kian sinis memicingkan mata

Semoga..


Bukan Panjang Angan-angan

12:14 0 Comments

Beberapa waktu lalu, saya menulis tentang jangan mimpi hanya sekedar mimpi. Lalu ada seorang kawan yang berkomentar tentang mimpi dan panjang angan-angan.

Ya, mimpi dan panjang angan-angan. Batasnya tipis sekali. Ketika seseorang bermimpi, setidaknya ia akan melambungkan angan-angannya. Demikian pula orang yang panjang angan-angan, sekiranya ia akan memenuhi pikirannya dengan mimpi-mimpi indah yang ingin dicapainya.

Namun, orang pasti lebih suka disebut sebagai sang pemimpi dan bukan orang yang panjang angan-angan. Lalu, bagaimana mengontrol diri agar tak enak-enak bermimpi hingga terkesan hanya berangan-angan saja?

Sebuah diferensiasi yang baik saya dapatkan saat 'mencuri dengar' kajian di masjid depan rumah saya. Semuanya hanya perkara waktu. Ya, waktu. Bukankah orang yang bermimpi membayangkan jika satu tahun lagi, dua tahun lagi, atau sepuluh tahun lagi dia akan menjadi seperti apa. Sedangkan waktu beberapa tahun lagi itu tak akan ada yang tahu.

Kita hanya tahu waktu saat ini karena memang begitulah yang Allah sediakan pada kita. Kita hanya punya waktu saat ini, detik ini. Masa depan hanyalah milik Allah, dan kita tidak memiliki kuasa apapun untuk menentukan akan menjadi apa kita di tahun yang akan datang, bahkan satu hari atau satu jam ke depan. Demikian juga waktu yang sudah berlalu. Bukan lagi menjadi milik kita meski satu detik pun juga. Itulah rahasia waktu yang harus kita tahu.

Jika kita berani bermimpi berarti kita berani bermain-main dengan waktu. Sedang kita tahu, bahwa kita hanya punya waktu saat ini. Maka, lakukanlah mimpimu saat ini juga. Jika kita bermimpi kuliah luar negeri lima tahun lagi, kita hanya berangan-angan panjang jika sampai di situ saja lantas berhenti. Tapi jika saat ini kita mulai melakukan persiapan meski kecil untuk mewujudkan mimpi itu, sekiranya kita masih pantas disebut sebagai sang pemimpi.

Ya, fokuskan perhatianmu pada jatah waktumu saat ini. Karena mimpimu yang sempurna hanya akan menjadi angan-angan belaka jika menyiakan waktu yang ada.
Sang waktu, pedang bermata dua yang bisa menebas kepalamu sewaktu-waktu.


Tuesday, 28 September 2010

Radiobiologi

01:06 0 Comments

dr. Rita Budiarti Sp.Rad


Radiobiologi secara gampangnya bisa diartikan seperti ini

- Radio (radiasi): berkaitan dengan ionisasi

- Biologi : berkaitan dengan tubuh

- So, radiobiology adalah interaksi antara ion dengan tubuh


Efek radiasi itu dibedakan jadi efek langsung dan tidak langsung

1. Efek langsung

Efek langsung merupakan efek yang 20% terjadi.

Target yang terkena efek langsung ini dibedakan jadi 2

a. Molukeler

Tingkatannya dibawah sel (kromosom, dll)

Yang terjadi di tingkat molekuler ini adalah:

1. Mutasi:

§ Bisa mutasi titik/single (hanya 1 basa nitrogen aja) misal delesi, insersi, dll.

Mutasi ini masih bisa dikoreksi.

§ Bisa mutasi doble (mutasi yg terjadi dengan pertukaran antara lengan-lengan kromosom)

Kalo yang mutasi lengan/doble ini ga bisa dikoreksi.

2. Sintesis protein: bisa berupa gangguan pembuatan enzim atau gangguan pengangkutan asam amino.

3. Membran sel : terjadi depolarisasi

4. Organel : terjadi hilangnya organel-organel.

b. Sel

1. Aberasi kromosom

2. Perlambatan mitosis

3. Reproduksi dihambat

2. Efek tidak langsung

Merupakan efek yang mengenai sel. Efek ini terjadi 80%.

Hal ini terjadi karena sel disusun oleh 80% air. Air ini akan berinteraksi dengan ion. Akibatnya terjadi radikal bebas.

Efek ini terjadi pada daerah-daerah yg lembab karena kandungan airnya banyak, seperti : mulut, vagina, pada orang gemuk


Sensitifitas radiasi dipengaruhi oleh

1. Jenis sel : makin muda, makin sensitive

2. Diferensiasi sel :

Ada hukum BERGONIE TRIBONDEAU (hukum terbalik antara diferensiasi sel dengan sensitifitas). Makin jelek atau makin berbeda dengan sel aslinya, maka makin sensitive

3. Mitosis

Dipengaruhi oleh siklus mitosis. Jika pada fase mitosis dan G2, maka makin sensitive


Responsivitas Radiasi dipengaruhi oleh

1. Ukuran : makin kecil, makin baik (makin berhasil)

2. Oksigenasi: Jika Hb>10, maka baik.

Untuk hal ini menjadi syarat dilakukan radiasi. Karena jika Hb<10>

Seandainya Hb pasien 10, bisa saja tetap dilakukan radiasi. Tapi setelah itu harus diikuti dengan transfusi agar Hb-nya bisa naik menjadi setidaknya 11.

3. Stadium : makin dini, makin baik

4. Letak: makin jauh dari alat-alat vital, makin baik


Suatu sel dapat dikatakan

- Radiosensitive (sensitive terhadap radiasi)

Misal: gonad, hemato, limfoid

Jadi, sebisa mungkin menghindari daerah-daerah tersebut.

- Responsive (memberi respon terhadap radiasi)

Misal: kulit, mukosa, tulang rawan yang sedang tumbuh, SSP, mikrovaskuler (pembuluh darah)

- Resisten (tidak member respon)

Misal: otot, tulang rawan, jaringan ikat, neuron


Efek samping radiasi

1. Akut

Terjadi mulai dari setelah radiasi hingga 3 bulan.

Efek ini bisa terjadi pada hampir semua organ tubuh.

2. Lambat

Terjadi sampai 6 bulan.

Organ yang dikenai antara lain: SSP, vaskuler, GIT, kulit


Usaha untuk mengatasi efek samping

1. Indikasi: dengan diagnosis yang tepat

2. Dosis: dengan medikolegal.

Jadi pasien ga bisa protes kalau kita sudah melakukan terapi dengan dosis sekian dan akan mengakibatkan efek samping, karena pasien sudah menyetujuinya.

3. Target : ditentukan terlebih dahulu dengan simulator (jangan samapi salah hitung)

4. Teknik: bisa dengan imrt, knife, rotasi, multi

5. Alat bantu: masker, MLC, bolus


Silakan download di link berikut: Radiobiologi