Saturday, 5 November 2011

Rancangan Penelitian Eksperimental



Drs. Widardo, M.Si

Eksperimen itu percobaan. Artinya, kita memberi perlakuan atau faktor penyebab pada subjek penelitian.
Kalo observasional, berarti penyebab terjadinya udah ada pada subjek itu sendiri.
Ntar dari situ dilihat akibatnya.

RANCANGAN EKSPERIMENTAL BERDASARKAN JENIS PENELITIAN
1.    Non eksperimental
a.    Hanya pra intervensi
b.    Pra/pasca saja
c.    Perbandingan kelopok statsistik
Tidak pake control. Hampir sama dg eksperimen semu.
2.    Eksperimental murni
a.    Pra dan pasca dg kelompok control
b.    Pasca dengan kelompok control
Pake randomisasi
Jadi di sini ada 2 kelompok: kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok control (yg ga dikasih perlakukan). Pemilihan kelompoknya ini secara acak (randomisasi).
Randomisasi tu maksudnya, setiap subjek penelitian punya peluang yang sama untuk masuk ke kelompok control/kelompok perlakuan.
3.    Eksperimental semu
Bedanya dengan penelitian eksperimental, yang ini ga pake randomisasi.

Jadi, beda eksperimental dan non eksperimental tu pake control/ga. Beda ekperimental murni dan semu tu pake randomisasi/ga.
Syarat ekperimental murni:
-      Kelompok studi dan control
-      Randomisasi
-      Perlakuan pada kelompok studi
-      Perbandigan hasil studi dan control

Randomisasi
Randomisasi utk mendapat validitas interna yang komparibilitasnya stabil.
Misal ada sekolah A dan sekolah B, ga boleh A yang control, B yang perlakuan. Kan bisa aja yang A sekolah anak borju, yang B anak ga punya. Harusnya sekolah A dan B ditotal dulu muridnya berapa. Baru habis itu diacak dan dibagi secara rata.

Randomisasi beda dengan ngambil sampel secara random.
Misal mau penelitian kan menentukan jumlah sampel. Misal ada 100 orang di populasi trus mau ngambil 50 orang buat sampel. Yang ini namanya pengambilan sampel secara random.
Tapi kalo randomisasi tu dari 50 itu tadi diundi lagi jadi kelompok studi dan kelompok control.

Macam randomisasi
1.    Acak sederhana
Kayak pake undian atau pake uang logam, atau pake tabel random.
Tabel random tu udah baku. Di sana ada 4 angka berjajar.
Misal kita butuh 25. Trus misal kita pilih 2 angka terakhir. Kalo 2 angka belakang 05, berarti responden no5 jadi kelompok perlakuan. Trus muncul lagi 2 angka terakhir 10, berarti no urut10 ikut kelompok perlakuan juga. Gitu terus sampe kita dapet responden perlakuan sebanyak 25.
2.    Randomisasi dengan blok
Pake rumus  n = n! / (m/2! X m/2!)
‘N’ tu jumlah permutasi, trus ‘!’ tu factorial.
(Ah.., inget kan ya pelajaran matematika kelas 2 SMA dulu..)
Misal kita pilih blok-nya tu 4. Pokoknya harus genap.
Kita tentuin dulu misal A jadi intervensi, B kontrol
Trus setelah dilakukan permutasi kaya rumus di atas, dapet 6 permutasi: ABAB, ABBA, dst.
Trus kita pilih mau pake permutasi yang mana. Misal pilih yang ABAB.
Kan A tadi intervensi, B control.
Berarti kalo ABAB, responden 1 intervensi, 2 kontrol, 3 intervensi, 4 kontrol dst sampe jumlah sampel yang kita butuhkan.
Misal kita pilih ABBA, ya berarti responden 1 intervensi, 2 kontrol, 3 kontrol, 4 intervensi, dst.
Paham kan ya.. Insya Allah!
3.    Randomisasi stratifikasi
Dibuat semacam strata. Soalnya kalo ga distratifikasi akan jadi bias/error. Soalnya range-nya terlalu tinggi.
Misal umur: dibuat 40-49 tahun, 50-59 tahun, di atas 60 tahun. (ada 3 kelompok kan)
Trus misal faktor lain (merokok): dibuat perokok, eks perokok, bukan perokok. (ada 3 kelompok juga)
Dari 2 faktor itu dikalikan. 3 x 3 jadi 9. Berarti ada 9 strata: 40-49 perokok, 40-49 eks, 40-49 bukan, 50-59 perokok, dst.
Ntar masing-masing strata diambil secara randomisasi blok.

JENIS PENELITIAN
One shot case study
Masuk yang non eksperimental, yg pasca intervensi.
Soalnya kan cuma ngukur dari 1 kelompok. Trus diukurnya juga cuma 1 kali setelah intervensi.
Jadi diagramnya X O
X: intervensi
O: observasi
Ntar analisis datanya ya cuma dibandingkan dengan literatur.

One group pretest posttest design
Masuk yang non eksperimental, yg pra intervensi-pasca intervensi.
Soalnya ini juga cuma 1 grup, ga ada kontrol. Berarti kan non-eksperimental.
Kalo yang ini sebelum perlakuan diukur, setelah perlakuan diukur.
Diagramnya: O1 X 02
Jadi ntar analisisnya bisa diamati apa pengaruh setelah perlakuan. Apa ada peningkatan, penurunan, dsb.

Design Time Series
Masuk non eksperimental juga.
Soalnya ga ada control.
Ini sih Cuma perkembangan dari one group pretest post test tadi. Cuma bedanya lebih ribet. Yang pretest dilakukan 3 kali, post test juga 3 kali.
Diagramnya: O1 O2 O3 x O4 O5 O6
Tujuan diulang-ulang tu biar tau kalo perbedaan yang terjadi tu bener karena pengaruh perlakuan atau ga.
Misal O4 O5 O6 itu sama, berarti perlakuan memang benar-benar mempengaruhi.
Trus buat ngliat juga. Misal O1 O2 O3 kok beda, berarti kan aneh juga. Wong belum dikasih perlakuan kok udah beda.

Static Group Comparison
Masuk ke quacy eksperimental.
Soalnya udah ada 2 kelompok, 1 jadi perlakuan, 2 jadi control/pembanding. Cuma belum ada randomisasi.
Trus ntar dibandingin O1 dan O2. Kalo ada perbedaan, berarti perbedaannya itu karena perlakuan.
Designya:
x O1
   O2
Itu dibuat 2 baris gitu kan maksudnya ada 2 kelompok. Yang tadi Cuma 1 baris karena emang Cuma ada 1 kelompok.
Trus, yang di baris bawah ga dikasih ‘x’, soalnya itu kan kelompok 2 alias kelompok control yang emang ga diberi perlakuan (X)

Post test only control group design
Masuk true eksperimental.
Soalnya ada kelompok perlakuan, ada control, ada randomisasi (R).
Tapi di sini Cuma post test aja.Hampir sama kaya static grup. Bedanya Cuma di adanya randomisasi.
Design:
(R) x O1
(R)  O2
(ada awalan (R) maksudnya udah dilakukan randomisasi)

Pretes post test control group design
Masuk true eksperimental juga.
Ini pengembangan dari yang post test control group design tadi. Cuma sebelum perlakuan juga dilakukan pengukuran aja.
Design:
(R) O1 x O2
(R) O3    O4

Solomon four group design
Masuk true eksperimental juga.
Yang ini lebih bagus lagi. Mengembangkan post test only sama pre and post test control group design.
Design-nya gini
(R) O1 x O2
(R) O3    O4
(R)      x O5
(R)         O6
Yang 2 atas pertama tu yg pretest-post test control group design.
Yang 2 bawah yg post test control group design.
Jadi ntar dibandingkan antara O1 dan O2 gimana. Trus O2, O4, O5, O6 juga gimana.

RANCANGAN PENELITIAN BERDASARKAN PERLAKUAN
Sebenernya hampir sama kaya yang tadi. Cuma ini tergantung sama ahlinya aja. Ini pembagian menurut ahli yang berbeda dari yang tadi.
Ada 4:
1.    Rancangan 1 sampel (non eksperimental)
Bisa post test aja, bisa pre and post.
2.    Rancangan ulangan (sama kaya time series)
3.    Rancangan 1 faktor
Dari berbagai sampel dengan 1 faktor.
Misal kita mau meneliti efektivitas belajar dari beberapa metode. Misal ada 5 metode, kita bisa pake 6 kelompok. 5 kelompok utk masing-masing metode, 1 kelompok utk control.
Analisisnya juga gampang. Kalo Cuma 2 kelompok pake uji t, kalo lebih dari 2 kelompok pake uji anova.
(Apaan itu uji t dan uji anova??? Jangan kemana-mana…, tetap di course MP. *ceriwis mode on)
Yang ini tu baru 1 faktor, yaitu faktor metode pembelajaran aja.
4.    Rancangan factorial
Kalo faktornya lebih dari 1.
Sampelnya diklasifikasikan jadi beberapa variabel.
Misal ada 2 faktor. Faktor a dan faktor b. Ntar dibedain jadi a1, a2, dst. Trus b1, b2, dst.
Misal ni pengaruh asupan zat besi pada ibu hamil.
Faktor a bisa suplementasi. Ntar a1 Fe, a2 asam folat, a3 riboflavin, dst.
Faktor b bisa frekuensi. Ntar b1 satu minggu sekali, b2 setiap hari, dst.
Jadi ntar bisa dibedain yang Cuma Fe seminggu sekali dan setiap hari. Bisa dibedain juga yang riboflavin tiap minggu sama tiap hari.
Misal mau ditambah faktor lagi ya ga papa. Tapi ntar makin sulit lho.
Misal 3 faktor, bisa ditambah dosisnya.
Mau 4 faktor, bisa ditambah bentuknya. Fe tablet atau sirup. Dst
Habis itu ntar dibikin kaya diagram gitu. Pake rumus 2n.  (Liat di slide aja ya…)
Kalo 2 faktor ya berarti jadi 4 kelompok. A1b1, a1b2, a2b1, a2b2.
Kalo ada 3 faktor ya nanti ada 8 kelompok, dst.

Validasi Internal
Maksudnya, perubahan yang ada di variabel terikat tu bener-bener karena perlakuan kita atau ga.
Buat dapet validasi internal, kita harus mengontrol baik-baik faktor-faktor tertentu. (Faktornya apa aja, liat di slide ya… *peace.. ^^V)

Makanya dilakukan randomisasi buat menghilangkan faktor-faktor ini. Biar 2 faktor yang kita bandingkan itu homogen.


Wokey, pesan dari pak wid di slide terakhir
‘Silakan baca referensi’
Yup, selamat membaca…
Kan pinter bahasa inggris semua…^^

1 comment:

ilhamdikdas said...

mb saya mau mnta komentarnya,,judul tesis saya kan pengaruh PBL terhadap penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa SD,,
kira2 bagaiman ya Ho dan Ha nya?
saya sudah buat Hipotesisnya nya
1. Penerapan pembelajaran berbasis masalah memiliki pengaruh yang lebih baik bila dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep sains siswa kelas V SD.
2. Penerapan pembelajaran berbasis masalah memiliki pengaruh yang lebih baik bila dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap keterampilan proses sains siswa kelas V SD..
tapi di tolak ma pembimbing,,

Post a Comment

 
Copyright 2009 HEALTHY. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Templates team
Wordpress by Wpthemescreator