Friday, 22 January 2010

Obesitas

Oleh dr. Sugiarto

Obesitas : penyakit yg sudah lama sejak Mesir Yunani. Biasa diderita oleh ibu-ibu. Obesitas punya factor resiko tinggi. So, obesitas harus diturunkan.
Definisi
- Obesitas adalah kondisi kronik akibat penumpukan lemak yang ga normal. Terutama di perut. Karena yang berhubungan dengan factor resiko yaitu perut yang gemuk.
- Berhubungan dengan IMT. Dikatakan obes jika lebih dari 30. Bisa juga dengan lingkar pinggang.
- Obesitas sekarang berhubungan dengan kosmetik. Sehingga banyak wanita ingin melangsingkan tubuh.
- Dengan penurunan BB, bisa membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes, PJK (pembunuh no1 di dunia).
Epidemiologi (Angka Kekerapan)
- Wanita lebih banyak dari laki-laki
- Kalo IMT lebih dari 40, masa hidup berkurang 20 tahun (lk), 5 tahun (pr). Makin gendut, makin kurang harapan hidupnya
Etiologi
- Genetik (keturunan) : orang gemuk, anaknya gemuk
- Kelebihan makan (meskipun ortunya kurus). Solusinya bisa dengan dikurangi
- Diet tinggi karbohidrat sederhana (glukosa, fruktosa, sakrosa)
- Frekuensi makan sering (termasuk ngemil)
- Metabolisme rendah (kurang aktivitas)
- Kurang aktivitas fisik
- Obat : obat diabetes, insulin, saraf
- Lingkungan (kebiasaan) : missal makan seafood terus, banyak makan emping
- Neuroendokrin : gangguan endokrin
- Psikologis : stress, emosional shg banyak makan
Penanganan tergantung dengan penyebab obesnya. Artinya factor penyebab harus dikendalikan.
Obesitas terjadi karena masukan dan keluaran ga seimbang.
Makan : 150 kal disimpan dalam bentuk trigliserid disimpan di adiposit (sel lemak). 24kal asam amino peptide, 1000 kal disimpan dlm glukosa dan glikogen di otot dan hati.
Misal makan 2000 kal, 40% karbohidrat, 40% lemak, 20% protein. Setlah diabsorbsi yang banyak akan diubah jadi karbohisrat, lemak dan protein Cuma dikit.
Otak menerima info nutrisi dari banyak sumber.

Pengaturan intake makanan
1. Anatomi
- Misal ada kerusakan hypothalamus. Hipothalamus mengatur makan.
- Di lateral hypothalamus menurunkan masukan makanan
- Paraventriculer nucleus
2. Neurotransmitter :
- Asam amino
- Monoamino
- Peptide

Pengaturan efferent (hormone dan saraf yg bisa mempengaruhi obes)
1. Saraf : simpatis dan parasimpatis
2. Hormon : insulin dan steroid

Patofisiologi
- Adiposit : organ endokrin, eksokrin, autokrine. Kalo adiposity terganggu, bisa gemuk.
- Gangguan RE. RE menghasilkan saluran utk menghasilkan protein. Kalo ada gangguan, jadi ga seimbang.
- Hormon yg dikeluarkan sel lemah : adipositokin
- Endokrin : hormone yg mempengaruhi saluran. Kalo eksokrin dan autokrin mempengaruhi dirinya sendiri.
- Lemak itu tipis. Ada selaputnya. Bisa ngeluarin hormone, sitokin, factor pertumbuhan, matriks protein, factor komplemen, komponen fibrinolytic, factor koagulasi, lipoprotein.
Proses
Normal – terjadi peningkatan BB plus hyperplasia – datang makrofag buat menghancurkan – makin meningkat BBnya – mengeluarkan hormone yang berlebihan – makrofag yg datang ke sana tambah banyak – bikin kacau – makin merusak protein
Makin besar, risiko inflamasi makin tinggi
Pemeriksaan Klinis
1. Pemeriksaan fisik : jantung, tekanan darah, paru
2. Pemeriksaan lab : gula darah, dll


Silakan download catatan di atas dalam bentuk .doc di link berikut : Obesitas

No comments:

Post a Comment

 
Copyright 2009 HEALTHY. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Templates team
Wordpress by Wpthemescreator